SAWAHLUNTO, METRO – Puluhan pelaku usaha perabot (mobiler) dan perbaikan jok/sofa di Sawahlunto meminta Pemko untuk dapat memberikan proyek pengadaan bahan – bahan mobiler di instansi pemerintah kepada perusahaan perabot lokal di Sawahlunto. Harapan itu disampaikan para pengusaha tersebut langsung kepada Wako Sawahlunto, Deri Asta saat dialog di rumah dinas wako beberapa waktu lalu.
Para pelaku usaha mobiler juga berkeinginan agar Pemko membantu pengembangan usaha dengan memberikan bantuan modal usaha untuk membeli mesin dan peralatan-peralatan lain guna menunjang operasional produksi. Selain itu, juga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan – pelatihan dan studi banding.
Menanggapi aspirasi para pelaku usaha tersebut, Deri berterima kasih atas sumbangsih saran dan kritik tersebut serta langsung menanggapi. Deri menyetujui dan menyebut akan mengarahkan OPD terkait untuk mengambil pengadaan mobiler dari pelaku usaha lokal di ‘Kota Arang’.
Namun terangnya, hal itu hanya berlaku untuk Penunjukan Langsung (PL) yaitu proyek dengan nilai dibawah Rp200 juta. Sebab jika untuk tender, maka tentu sesuai regulasi, yang bisa mengikuti kompetisi tender adalah perusahaan yang telah sesuai dengan syarat – syarat yang berlaku sesuai ketentuan Undang – Undang (UU).
“Kita arahkan OPD terkait bahwa untuk mengambil bahan mobiler utamakan pada usaha perabot lokal Sawahlunto. Sehingga uang APBD kita berputar di Sawahlunto, ekonomi kerakyatan kita dapat menggeliat dan lebih baik. Namun ini terbatas hanya arahan secara tidak langsung, sebab kalau dibuat betul aturannya juga tidak boleh oleh undang-Undang,” sebut Deri.
Untuk mendukung pengembangan usaha, melalui bantuan untuk membeli mesin dan peralatan lain, Deri mengarahkannya ke pinjaman modal usaha melalui dana bergulir. Rencananya April nanti, Pemko segera membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dana Bergulir.
“Untuk tahap awal ini UPT Dana Bergulir kita itu disetujui DPRD mempunyai modal awal Rp500 juta. Jadi untuk bapak ibu tadi yang butuh dana untuk pengembangan usahanya, beli mesin segala macam boleh diajukan melalui dana bergulir ini nantinya,” ujar Deri.
Tak hanya itu, Deri juga menginstruksikan kepada Disperindagkop untuk mencoba memantau peluang memasukkan anggaran guna membantu mesin dan peralatan usaha tersebut dalam program – program Dinas tersebut.
“Jika ada peluang dan sesuai regulasinya, Disperindagkop silahkan memprogramkan ini, bagaimana kita bisa bantu pengembangan usaha pelaku usaha lokal Sawahlunto ini,” imbau Deri Asta.
Dalam kesempatan itu, Deri juga mengajak para pelaku usaha mobiler/perabot tersebut untuk mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi. Sehingga juga dapat melahirkan inovasi – inovasi yang menarik.
Ketua DPRD Sawahlunto, Adi Ikhtibar mengapresiasi langkah Deri mengundang untuk mendengar langsung aspirasi para pelaku usaha mobiler/perabot di Sawahlunto. Adi juga berjanji bahwa pihaknya di legislatif akan mengakomodir pelaku-pelaku usaha tersebut, melalui fungsi – fungsi dewan.
Salah satunya pelaku usaha, Andri yang memiliki usaha perabot di Kecamatan Lembah Segar menilai, dengan langkah dialog tersebut memecah kebuntuan yang mungkin menjadi penghalang pelaku usaha dengan pemerintah.
“Bermanfaat sekali. Jadi komunikasi kami dengan pemerintah itu terjalin. Jadi tidak ada kebuntuan. Sekarang kan jelas, apa yang kami hadapi kami sampaikan, pak wako juga menyampaikan apa yang dihadapi pemerintah, apa yang bisa akan dilakukan pemerintah,” tutur Andri. (zek)





