PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyelenggarakan Bazar Ramadan pada 24-27 Maret 2025. Bazar terselenggara dengan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumbar. “Bazar diikuti sekitar 100 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di sektor kuliner dan fashion. Mereka akan mendisplay barang dan peralatan secara mandiri, sedangkan kami menyediakan tenda,” ungkap Pj Sekda Sumbar Yozarwardi Usama Putra saat jumpa pers yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Rabu (19/3) di Aula Diskominfotik Sumbar.
Yozarwardi didampingi Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah menambahkan, Bazar Ramadan dilaksanakan di Kompleks Kantor Gubernur Sumbar. Tujuannya memberikan akses lebih baik kepada masyarakat terhadap bahan-bahan pokok, dengan harga terjangkau. Terutama selama Ramadan dan Idul Fitri.
Yozarwardi menyampaikan, pada Senin (17/3), Pemprov Sumbar telah mengadakan rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas ketersediaan bahan pokok. “Melalui penyelenggaraan bazar ini, kami ingin menyampaikan ketersediaan bahan pokok di Sumbar dalam kondisi aman. Komoditas seperti beras, jagung, bawang, cabai, daging, telur, gula pasir, dan minyak goreng tersedia dengan cukup,” jelas Yozarwardi.
Meski demikian, Yozarwardi mengakui, terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas. “Untuk minyak goreng, harganya mengalami penurunan meskipun masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, mulai muncul tren kenaikan harga beberapa komoditi seperti daging ayam broiler, gula pasir curah, beras medium, dan beras premium,” ujarnya.
“Ini tren kenaikan yang wajar menjelang Ramadan. Mudah-mudahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Pangan dan stakeholder lainnya dapat mengendalikan harga sehingga tetap terjangkau masyarakat,” imbuhnya.
Dalam upaya mengatasi kenaikan harga bahan pokok, Pemprov Sumbar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar terkait antisipasi kenaikan harga bahan pokok. SE tersebut mengimbau untuk mengantisipasi kenaikan harga dengan memfokuskan distribusi kepada pengecer di pasar rakyat, meningkatkan produksi selama Ramadan dan Idul Fitri, serta meningkatkan pengawasan demi kelancaran distribusi sesuai HET.
“Upaya mitigasi ini telah dilakukan berlapis mulai dari pusat hingga ke daerah. Pemprov Sumbar bersama Perum Bulog juga sudah melakukan kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di tingkat konsumen selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri,” jelas Yozarwardi.
Pemprov Sumbar juga telah menerima surat dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang ditujukan kepada Perum Bulog untuk penugasan stabilisasi pasokan dan harga pangan beras di tingkat konsumen pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
Selain itu, Pemprov Sumbar juga menerima surat dari Menteri Dalam Negeri terkait atensi proyeksi pasar HKBN. “Sebagai tindak lanjut, kami lakukan operasi pasar. Kami juga sudah menunjuk tim koordinator pasar merah dan menyusun rencana operasi pasar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” kata Yozarwardi.
Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk pelaksanaan operasi pasar dan juga monitoring. Melalui Disperindag. Pemprov Sumbar juga melakukan kolaborasi antar sektor melakukan pengawasan ketersediaan dan tren harga bahan pokok. “Kami bekerja sama dengan TPID, Perum Bulog, OPD Provinsi, TNI, dan Polri. Dengan adanya bazar ini menjadi momen bagi masyarakat Sumbar mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Yozarwardi.
Bulog Menjaga Stabilitas Harga
Kepala Kanwil Bulog Sumbar, R. Darma Wijaya mengatakan, Bulog menerapkan dua konsep dalam pelaksanaan tugas. “Pertama, kami mendukung apapun yang dilakukan pemerintah daerah. Kedua, bersinergi dengan BUMN lainnya. Di 19 kabupaten/kota wilayah kerja kami, kami full support kegiatan seperti operasi pasar, bazar, dan pasar murah dengan tujuan menghadirkan produk berkualitas baik dengan harga terjangkau di tengah masyarakat,” jelasnya. “Melalui sinergi BUMN, khususnya dengan PT Pos Indonesia, kami menyediakan komoditi yang ditugaskan Bappenas kepada Bulog untuk masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri,” tambah Darma.
Produk Minyakita di Sumbar Aman
Kepala Disperindag Provinsi Sumbar Novrial memastikan produk minyak goreng Minyakita yang beredar di Sumbar aman. Hal ini karena produk Minyakita di Sumbar dipasok dari produsen yang berbeda di Jakarta. Sehingga kasus pengurangan isi kemasan Minyakita di Jakarta, tidak terjadi di Sumbar. “Kita sudah cek, tidak ditemukan kemasan Minyakita yang di Sumbar yang sama dengan yang di Jakarta, yang pakai botol plastik itu. Harganya memang ada di kabupaten kota yang di atas Rp17 ribu. Tapi ada masih jual sesuai HET,” terang Novrial.
Novrial menambahkan, kebutuhan minyak goreng di Sumbar mencukupi. Saat ini ada minyak subsidi dan komersil atau premium. Produk Minyakita yang sudah masuk Sumbar mencapai 1.678 ton. Gubernur Sumbar menurutnya, sudah menyurati 11 produsen Minyakita untuk melakukan 3 hal ini, yakni distribusi fokus ke pengecer, produsen tingkatkan droping, satgas pangan tingkatkan pengawasan distribusi.
“Pengawasan dibagi dengan pemerintah kabupaten kota. Kita surati untuk membantu monitoring kelancaran distribusi ketersediaan dan HET-nya. Jika ada penjualan di atas HET tolong diinformasikan agar ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan. Sementara untuk ketersediaan BBM, gas elpiji 3 kilogram di Sumbar masih aman selama Ramadan dan Idul Fitri,” terangnya.
Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana memastikan ketersediaan 11 komoditi pangan utama di Sumbar aman jelang Lebaran. Sebanyak 11 komoditi utama tersebut, yakni, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, daging sapi atau kerbau, daging ayam beras, telur ayam beras, komoditi gula pasir dan minyak goreng. “Selain ketersediaan, juga trend harga pangan pada 10 hingga 16 Maret juga masih stabil,” terangnya. (fan)






