METRO PADANG

Ular Kobra Muncul di Kloset, Penghuni Kos Perempuan Panik

0
×

Ular Kobra Muncul di Kloset, Penghuni Kos Perempuan Panik

Sebarkan artikel ini
BANTUAN TIM DAMKAR— Personel Damkar Kota Padang berfoto dengan mahasiswi penghuni kos-kosan di jalan Bakti Nomor 44 A, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah, setelah berhasil mengevakuasi ular kobra yang bersembunyi di kloset, Rabu (12/3) malam.

PARUPUK TABING, METRO–Penghuni rumah di jalan Bakti Nomor 44 A, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah,  dibuat panik dan takut dengan kemunculan seekor ular kobra di dalam rumah kos-kosan, Rabu (12/3) malam.

Reptil berbisa tersebut ditemu­kan pertama kali oleh penghuni kos, seorang maha­siswi yang panik saat melihat kepala ular muncul dari lu­bang kloset.

Peristiwa menegangkan ini ter­jadi sekitar pukul 22.40 WIB. Pelangi Utama Putri (21), sang mahasiswi yang menjadi saksi mata kejadian, langsung menghubungi Dinas Pe­ma­­dam Kebakaran (Damkar) Kota Padang untuk me­minta bantuan.

Menurut Pelangi, ma­lam itu ia hendak ke kamar mandi. Saat akan meng­gu­nakan toilet, ia melihat se­suatu yang bergerak dari da­lam lubang kloset. Awalnya, ia mengira itu hanyalah se­ekor katak kecil yang kerap muncul di saluran air. Na­mun, dalam hitungan detik, tubuh hitam mengilap de­ngan pola khas dan kepala yang mulai melebar per­tanda siaga menyerang mem­buat ia kaget dan ta­kut, serta berteriak minta tolong.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dam­kar Kota Padang Ri­nal­di, mengatakan Damkar menerima laporan dari Pelangi sekitar pukul 22.40 WIB.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami lang­­sung mengerahkan satu unit armada beserta lima personel dari Peleton B untuk menuju lokasi kejadian,” ujar Rinaldi.

Saat Tim Damkar tiba di lokasi, dengan sigap, petugas Damkar melakukan upaya penyelamatan untuk mengevakuasi ular kobra yang bersembunyi di dalam kloset tersebut.

“Begitu sampai di lokasi, tim kami langsung menyiapkan peralatan untuk menangkap ular. Ini situasi yang memerlukan ketenangan dan ketepatan karena kobra adalah jenis ular berbisa yang sangat berbahaya,” ujar Rinaldi dalam keterangannya.

Dengan menggunakan alat khusus seperti penjepit ular dan sarung tangan pelindung, tim mulai mela­ku­kan pencarian di kamar mandi tempat kobra terakhir terlihat. Berbekal pengalaman menangani kasus serupa, tim memahami bahwa ular bisa saja sudah berpindah tempat atau bersembunyi di balik celah yang sulit dijangkau.

Salah satu petugas perlahan membuka tutup kloset, ular kobra dengan panjang sekitar 1,2 meter ma­sih berada di dalamnya, me­lingkar dengan tubuh sedikit terangkat, tanda ia merasa terancam. Cahaya senter yang menyorot matanya membuatnya semakin siaga.

Petugas yang bertugas menangkap ular tetap tenang. Dengan gerakan terukur, ia menggunakan penjepit untuk mengamankan kepala ular dan segera mengangkatnya dari kloset. Dalam waktu kurang dari satu menit, kobra berhasil diamankan tanpa insiden berarti.

“Proses evakuasi berlangsung cukup singkat. Pada pukul 23.08 WIB, ular cobra berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban. Ular kobra tersebut berhasil kita evakuasi dari dalam kloset rumah kos-kosan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka da­lam kejadian ini,” terang Ri­naldi.

Rinaldi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kemunculan hewan liar, terutama di musim hujan seperti saat ini.

“Jika menemukan he­wan liar yang membahayakan atau merasa kesulitan untuk menanganinya, jangan ragu untuk segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang melalui Call Center 113 atau nomor telepon yang telah disediakan,” pesan Rinaldi. (brm)