Memastikan pengerjaan perbaikan infrastruktur lokasi wisata pemandian Lubuk Mata Kucing berjalan baik, Walikota Padangpanjang Hendri Arnis dan Wawako Allex Saputra turun kelapangan meninjau pembangunan sekaligus menurunkan tim normalisasi drainase, Rabu (12/3) kemarin.
Percepatan pembangunan jalan sekaligus pembangunan objek wisata Lubuk Mata Kucing perlu dilakukan. Pasalnya jalur akses lokasi pemandian merupakan jalur utama bagi masyarakat sekitar.
Ambruknya jalan dan jebolnya pusat pemandian Lubuk Mata Kucing diakibatkan bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sementara itu Wako Hendri Arnis mengungkapkan pengerjaan jalan harus menjadi prioritas, sehingga dapat memastikan kelancaran mobilitas serta distribusi logistik.
“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Selain itu, kami juga menanggapi keluhan masyarakat terkait terganggunya pasokan aliran irigasi di bawah jalan ini. Beberapa sawah warga memanfaatkan saluran irigasi ini, sehingga perlu segera ditangani,” ujarnya.
Kerusakan atau beberapa titik pengerjaan jalan yang diakibatkan bencana di Kota Padangpanjang tentunya menjadi catatan untuk merencanakan strategi pembangunan sebagai langkah antisipasi bencana.
“Ke depan pemerintah juga berencana mengembangkan potensi wisata sungai di kawasan ini. “Normalisasi sungai dinilai penting untuk menjaga ekosistem sekaligus membuka peluang destinasi wisata baru,” tuturnya.
Bencana yang terjadi di lokasi Wisata Pemandian tersebut juga merusak mesin pompa air bersih. Terkait pasokan air bersih dari PDAM, Hendri memastikan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan kendala yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Perbaikan jalan yang amblas ini mencakup penguatan fondasi, peningkatan sistem drainase, serta normalisasi aliran irigasi. Hendri juga meminta masyarakat bersabar dan mendukung proses perbaikan demi keamanan bersama.
Saat ini, sebagian pengecoran jalan telah selesai, namun aksesnya masih belum resmi dibuka untuk umum. Walikota berharap proyek ini dapat segera rampung agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Normalisasi Drainase di Kawasan Pasar Pusat
Memastikan drainase jalan di kawasan Pasar Pusat Kota Padangpanjang tidak bermasalah. Walikota mengerahkan OPD terkait untuk turun kelapangan dan membentuk tim melakukan normalisasi.
Sementara itu Wakil Walikota, Allex Saputra langsung memimpin operasi normalisasi bersama Satpol PP Damkar, BPBD, dan PDAM melakukan pengecekkan dan menyelesaikan kendala yang ditemukan pada drainase atau selokan di kawasan Pasar Pusat dan sekitar Jalan Imam Bonjol.
Kegiatan normalisasi dilaksanakan, Kamis pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB ini bertujuan mengatasi penyumbatan saluran air akibat penumpukan sampah.
Dari Pantauan Posmetro dilapangan selama kegiatan normalisasi tersebut, ditemukan banyak sampah plastik, kain-kain bekas, dan material lainnya yang menyumbat aliran air. Kondisi ini kerap menyebabkan air meluap ke jalan serta menimbulkan bau yang kurang sedap.
Pada kesempatan ini, Allex juga meninjau beberapa titik gorong-gorong yang perlu dinormalisasi dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dinas terkait supaya diperbaiki ke depannya.
Sebagai solusi jangka panjang, sebut Allex, beberapa langkah akan diambil. Di antaranya mengaktifkan kembali selokan yang tidak berfungsi, seperti di Simpang Apotek Arafah, serta menghidupkan kembali jalur drainase lama.
Selain itu, di sekitar Pasar Sayur Lama akan dibuat jalur drainase baru yang terhubung dengan sistem drainase yang sudah ada.
Allex menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan selokan dan drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan. Sampah yang menumpuk akan menghambat laju air, menyebabkan banjir, dan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Mari bersama-sama kita jaga kebersihan demi kenyamanan kita semua,” ujarnya.
Terpisah Walikota Hendri Arnis mengajak masyarakat selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan bebas dari banjir. Menjaga sekaligus melindungi lingkungan agar tidak tercemar adalah beban moral bersama. Ketika hal itu terabaikan maka korban dari keteledoran adalah saudara atau masyarakat Padangpanjang juga.
“Saya mengajak seluruh warga Padangpanjang meningkatkan kepedulian agar menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung upaya pemerintah menciptakan kota yang bersih dan bebas dari banjir,” ucapnya. (rmd)






