PDG. PARIAMAN, METRO —Kebakaran besar menghanguskan 10 unit rumah semi permanen tingkat dua di Kampung Balai-Balai, Korong Kampung Tangah Gantiang, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (11/3) sekitar pukul 15.30 WIB.
Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kebakaran itu sempat memmbuat warga setempat panik melihat besarnya kobaran api yang malalap bangunan rumah semi permanen dan dengan cepat menyebar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Hampir satu jam menunggu, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berikut dengan lima unit armada tiba di lokasi. Petugas pun langsung berjibaku melawan ganasnya si jago merah hingga akhirnya api bisa dipadamkan satu jam setelahnya.
Kapolsek V Koto Kampung Dalam, Iptu Aldika, mengatakan, adapun pemilik rumah korban kebakaran yaitu Pakie Kambarudin (75), Lenani (72), Buyung Adang (72), Sopian (73), Ali Nuzar (64), Arjuna (45), Manizar (60), Asnita (60), Razul Hamidi (58) dan Lensi (34).
“Kejadian berawal pada saat saksi bernama Alinur (42) sedang bekerja di lantai bagian bawah rumah dan melihat kearah rumah Razul Hamidi api sudah membesar di bagian atas atau lantai dua rumah tersebut,” ungkap Iptu Aldika.
Iptu Aldika menuturkan, melihat api sudah membesar ia berteriak ada kebakaran dan langsung menyelamatkan diri sambil berteriak ada kebakaran. Melihat kebakaran tersebut masyarakat sekitar kejadian berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban dan menghubungi pemadam kebakaran sekira pukul 15.30 WIB.
“Pemadam kebakaran sampai ditempat kejadian sekira pukul 16.30 WIB api dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten dan Kota Pariaman dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran sebanyak 5 unit yang terdiri dari dua unit dari Kota Pariaman dan tiga unit dari Kabupaten Padangpariaman,” ujar dia.
Dijelaskan Iptu Aldika, berdasarkan pendataan yang dilakukan di TKP, pada saat kejadian rumah dihuni oleh delapan KK dan 38 jiwa. Untuk sementara, penyebab kebakaran diduga adanya konsleting listrik.
“Meskipun tidak adanya korban jiwa pada kebakaran tersebut, namun kerugian materil yang dialami korban diperkirakan Rp 2 miliar,” ulasnya.
Ia menuturkan, langkah – langkah yang dilakukan yakni mengamankan TKP, membuat laporan tuntas, berkoordinasi dengan pihak pemerintahan nagari tentang tempat tinggal sementara bagi korban.
“Kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan kejadian kebakaran,” tutup dia. (ozi)






