METRO PADANG

Apresiasi Kegiatan Pulang Basamo 2025, Perantau Minang: Terima Kasih Pak Prabowo dan Andre Rosiade

0
×

Apresiasi Kegiatan Pulang Basamo 2025, Perantau Minang: Terima Kasih Pak Prabowo dan Andre Rosiade

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Pendaftaran gelombang ke­dua kegiatan ‘Pulang Basamo’ atau mudik gratis bareng peran­tau Minang di Jabodetabek (Ja­karta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pada Ramadhan tahun 2025 telah ditutup. Para peserta juga sudah melakukan registrasi ulang dan mendapatkan tiket keberangkatan. Gelombang ke­dua ini rencananya akan berang­kat ke Sumatra Barat (Sumbar) pada 16 Maret 2025 mendatang meng­gunakan 100 bus.

Kegiatan Pulang Basamo yang diadakan politikus Partai Gerindra asal Sum­bar Andre Rosiade ini men­­dapatkan sambutan po­sitif dari para perantau. Me­reka mengucapkan te­rima kasih kepada Andre Ro­siade dan Prabowo Su­bianto yang juga Presiden RI sekaligus Ketum Partai Gerindra.

“Untuk Pak Prabowo Subianto Presiden RI kita dan Pak Andre Rosiade yang juga politisi Partai Gerindra, saya ucapkan terima kasih banyak,” kata salah seorang perantau, Ridwan (70) saat melakukan registrasi ulang kegiatan Pulang Basamo 2025 Thamrin City Lantai 1 Blok C, Jakarta pada 8-9 Maret 2025.

Ridwan menceritakan, awal mula mengetahui informasi Pulang Basamo ini dari media sosial Facebook (FB). Usai mendapat informasi, Ridwan lalu mencoba mendaftar, tapi di ge­lom­bang pertama, dirinya belum berhasil karena kehabisan kuota. Tak menye­rah, Ridwan kembali mencoba mendaftarkan diri di gelombang kedua dan akhir­nya pendaftarannya diterima.

“Kebetulan di FB, saya lihat ada informasi tentang Pulang Basamo dan gratis. Nah, saya coba ngikutin program itu. Di pendaftaran gelombang pertama saya gak dapet, kalah cepat. Lalu Saya coba gelombang kedua akhirnya dapat,” kata pria asal Payakumbuh yang besar di Ja­karta ini.

Usai diterima pendaftarannya, kata Ridwan dirinya diminta datang melakukan registrasi ulang pada 8 dan 9 Maret 2025. “Awalnya, disuruh datang tanggal 3,4,5 Maret 2025 untuk registrasi ulang. Tapi kemudian diralat jadi tanggal 8-9 Maret 2025. Lalu tanggal 8 Maret 2025, saya datang ke Thamrin City, lalu saya daftar. Kemudian tanggal 9 Maret saya coba tanyakan ke panitianya, sekaligus meminta agar ditempatkan di bangku depan nanti ka­rena usia saya sudah lanjut. Panitianya menyanggupinya,” tuturnya.

Ridwan mengaku se­nang bisa kesampaian pu­lang kampung gratis dan ber­temu dengan sanak keluarga pada Lebaran tahun ini. Ia berharap, kegiatan Pulang Basamo dapat digelar setiap tahunnya secara konsisten.

“Alhamdulillah senang sekali bisa pulang kampung. Mudah-mudahan di tahun 2026, kalau umur saya panjang bisa lagi Pulang Basamo,” harap Ridwan.

Apresiasi serupa disampaikan perantau lainnya, Wanda Hamidah. Wan­da mengaku sangat senang bisa pulang kampung lewat kegitan Pulang Basamo tahun ini. Menurut Wanda, Pulang Basamo gratis ini bisa menjadi solusi bagi para perantau yang sudah lama ingin pulang kampung tapi tidak punya biaya.

“Berkat ada acara ini, saya bisa pulang bertemu dengan orangtua saya. Terima kasih Pak Prabowo, Pak Andre,” kata perempuan asal Padang ini.

Tak hanya Ridwan dan Wanda, banyak perantau lain juga menyambut baik kegiatan Pulang Basamo tahun ini. “Pulang Basamo kita dengan program Pak Andre Rosiade. Tahun lalu bukannya kita gak dapat, tapi kita gak tau. Kita se­nang sekali udah dapat tiket dari Pulang Basamo dari Pak Prabowo, Pak Andre, pilihan kita,” kata perantau yang juga pasangan suami istri ini.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra asal Sumbar Andre Rosiade kembali menyiapkan kegiatan besar pulang basamo atau mudik perantau Minang pada Lebaran Idul Fitri 2025 mendatang. Sebanyak 250 bus akan disiapkan untuk membantu para perantau pulang secara gratis menjelang Idul Fitri 1446 H.

Wakil Ketua Komisi VI Fraksi Gerindra DPR itu menyebutkan, kegiatan mudik massal gratis ini sangat dinanti para perantau Minang. Atas dasar inilah Andre yang kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan suara terbanyak dari Sumbar mengadakan acara mudik gratis. Andre Rosiade juga bagian dari perantau Minang yang telah lebih dari 25 tahun bermukim ke Jakarta. (*)