OLEH: Rusmatul Amri, S.Pd, M.Pd (Kepala MIN 6 Kota Padang)
KITA tahu bahwa bulan ramadhan adalah kesempatan untuk berbuat baik. Ternyata saat itu mudah rasanya untuk melakukan kebaikan. Itulah alasanya hingga Rasul lebih bersemangat melakukan kebaikan dibandingkan waktu waktu lainnya.
Ibnu Qayyim Rahimahumullah mengatakan,” Nabi SAW lebih banyak lagi melakukan kebaikan pada bulan ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al-Qur-an, mengerjakan Sholat, berzikir dan beri’tikaf.
Dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas ridho Allah kepada keduanya beliau berkata yang artinya:”Nabi SAW adalah orang yang paling gemar berbuat kebaikan dan semakin bertambah dibulan ramadhan, yaitu ketika ditemui Malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril menemui beliau setiap malam di bulan ramadhan untuk membacakan Alquran sehingga Alquran selesai dibacakan untuk Nabi SAW. Apabila Jibril datang menemui beliau, takkala itu beliau adalah orang yang lebih bersegera dalam kebaikan dibandingkan secepat angin yang berhembus”. (HR. Bukhari, No. 4497 dan Muslim , no 2308 ).
Berdasarkan hadist di atas, Imam Nawawi rahimahullah berkata “Disunnahkan memperbanyak kebaikan pada bulab ramadhan.” Menurut beliau pula kaum muslimin juga disunnahkan untuk mempelajari Al-Qur-an pada bulan tersebut. (Syarah Shahih Muslim, 15:62)
Oleh sebab itu, bila kita mendapatkan bulan ramadhan sangat banyak sekali kesempatan berbuat kebaikan, jangan sampai terlewatkan dibulan yang mulia ini. Segeralah melakukan kebaikan. Jangan remehkan satu kebaikan sedikitpun juga, walau hanya dengan senyuman manis pada orang lain ( asalkan bukan senyum kepada orang yang bukan mahram atau senyum senyum sendiri tampa ada sebab ).
Walau hanya dengan sedekah Rp 1.000 yang kita miliki. Walau hanya dengan membaca satu halaman Alquran setiap hari, jangan sampai ada kebaikan yang kita tinggalkan selagi kita punya kesempatan.
Jabir Bin Sulaiman pernah dinasehati oleh Rasulullah SAW ,”Jangan meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah senyum padanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebaikan”. (HR. Abu Daud, no. 4084 dan Tirmizi, no. 2722)
Rasulullah SAW juga Pernah Menasehati para wanita, “Wahai Para wanita muslimah, jangan remehkan pemberian tetangga walau pemberian itu hanya berupa kaki kambing”. (HR. Bukhari, no 2566 dan Muslim, no. 1030)
Kalau kita bawakan dalam kehidupan kita hari ini, jangan remehkan pemberian orang walau itu hanya segelas air putih dan jangan remehkan pemberian orang lain walau itu hanya satu buah kurma untuk berbuka.
Rasulullah SAW juga menyampaikan kepada kita dalam sebuah hadist yang artinya “siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu sendiri. Tampa dikurang nilai pahala orang yang berpuasa tersebut”. ( HR. Tirmizi, no. 807 dan Ibnu majah, no.1746)
Ingatlah bahwa pahala apapun akan dilipat gandakan pada bulan ramadhan, jika kita sudah berada dibulan ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah, karna nilai sedekah dibulan ini lebih berlipat pahalanya seperti seseorang yang bersedekah dijalan Allah (fi sabilillah). Bahkan pahala bacaan Tasbih (dzikir “ subhanallah”) Lebih afdhal dari pada seribu bacaan tasbih pada bulan lainnya .
Intinya, salah satu alasan berlipat gandanya pahala suatu amalan adalah karena amalan tersebut dilaksanakan pada waktu yang mulia. Seperti bulan ramadhan ini yang sudah berada didalamnya. Amalan juga bisa berlipat ganda pahalanya jika dilaksanakan ditempat yang mulia (seperti di Makkah dan Madinah), atau bisa berlipat ganda pahalanya karena ke ikhlasan dan ketaqwaan orang yang mengamalkannya. (*)






