METRO PADANG

Unand Terima Program Kemashlahatan BPKH, Perkuat Pilar Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

0
×

Unand Terima Program Kemashlahatan BPKH, Perkuat Pilar Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

Sebarkan artikel ini
PROGRAM KEMASHLAHATAN BPKH— Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arif menerima program kemashlahatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang diserahkan Pimpinan BPKH, Hary Alexander, di Convention Hall kampus Unand Limau Manis, Kamis (6/3).

LIMAUMANIS, METRO–Universitas Andalas (Unand) secara resmi menjadi penerima program kema­shla­ha­tan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Serah terima program ini dilangsungkan dalam sebuah acara yang digelar di Convention Hall kampus Unand Limau Manis, Kamis (6/3), menandai babak baru sinergi antara institusi pen­di­dikan tinggi ter­ke­muka di Sumatera Barat ini dengan BPKH dalam mem­berikan manfaat kepada masyara­kat luas.

Program kemashlahatan BPKH ini disalurkan me­lalui Rumah Zakat, dan mem­berikan beragam man­­­­faat bagi civitas aka­de­mika Unand. Dalam acara serah terima tersebut, sekitar 200 mahasiswa Unand berkesempatan untuk berbuka puasa bersama.

Selain itu, sejumlah civitas akademika, termasuk mahasiswa dan tenaga kependidikan, juga menerima paket bingkisan lebaran spesial sebagai bagian dari program penerima manfaat.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran influencer Al-Quran, Sanju Yeda Oksa, yang berbagi kisah inspiratif kepada pa­ra hadirin.

Pimpinan BPKH RI, Ha­ry Alexander, dalam sambutannya menjelaskan ala­san BPKH memilih Unand sebagai mitra program kemashlahatan.

Baca Juga  FORDEWI Dukung Febby Maju di Pilkada 2020, Mangku Kandia: Febby Terpilih, Tanahdatar Indah

Menurutnya, BPKH ingin memperluas jang­kau­an manfaat programnya agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, namun juga menjangkau wilayah lain di Indonesia, termasuk Su­ma­tera Barat.

“Kami sengaja membawa kegiatan ini ke Universitas Andalas agar terjadi distribusi yang merata. Selama ini, kegiatan BPKH ser­ta bantuan-bantuan ba­nyak terpusat di Pulau Ja­wa.­ Kami ingin mendistribusikannya ke universitas yang membanggakan ini,” ungkap Hary Alexander.

Hary Alexander juga menegaskan bahwa bantuan dan manfaat yang disalurkan BPKH kepada ma­sya­rakat berasal dari dana abadi umat, bukan dari setoran dana haji.

Dana abadi umat ini merupakan hasil efisiensi pengelolaan keuangan haji yang terus menerus dilakukan oleh BPKH, yang saat ini telah mencapai Rp3,9 triliun dengan hasil sebesar Rp250 miliar per tahun.

Dana tersebut kemudian disalurkan melalui berbagai lembaga mitra, seperti Rumah Zakat (Rp20 miliar per tahun), Muhammadiyah (Rp80 miliar per tahun), Nahdlatul Ulama (Rp80 miliar per tahun), dan Baznas (Rp50 miliar per tahun).

Baca Juga  Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pj Wako Tekankan Pemberdayaan adalah Kunci Indonesia Maju

Unand menyambut baik program kemashlahatan ini dan menandatangani nota kesepahaman (MoU)­ dengan BPKH untuk membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa depan. MoU tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arif, dan Pimpinan BPKH, Hary Alexander.

Prof. Syukri Arif menyampaikan bahwa salah satu bentuk kerjasama yang sangat dibutuhkan Unand adalah dukungan beasiswa bagi mahasiswa.

Ia mengungkapkan bah­wa setiap tahun, Unand menerima sekitar 2.500 mahasiswa yang membutuhkan beasiswa, sementara kuota Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) hanya mencukupi sekitar 1.400 mahasiswa.

“Sisanya, kami harapkan dari berbagai pihak seperti alumni, lembaga, sumbangan, dan lain-lain. Untuk mencukupkan kebutuhan beasiswa ini, peran BPKH sangat kami butuhkan. Dengan dukungan bea­­­sis­wa, mahasiswa kami da­pat berkuliah dengan baik dan nyaman,” pungkas Prof. Syukri.

Ker­jasama antara Unand dan BPKH ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mening­katkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat, khususnya di lingkungan kampus Unand dan Sumatera Barat. (rel)