AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Agam Salat Subuh Berjamaah dan Berikan Tausiah di Masjid Raya Tiku

0
×

Bupati Agam Salat Subuh Berjamaah dan Berikan Tausiah di Masjid Raya Tiku

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, Salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Raya Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Jumat (7/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus meningkatkan semangat keagamaan di Kabupaten Agam, khususnya di bulan suci Ramadan.

Pada kesempatan ter­sebut, Benni Warlis juga memberikan tausiah yang berisi pesan-pesan moral dan motivasi bagi jamaah.

Ia mengajak masyara­kat untuk mencari karunia Allah sebanyak-banyaknya, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

“Ramadan tahun ini harus menjadi yang terbaik, di mana setiap umat Muslim memperbanyak ibadah dan semakin men­dekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya dengan sebaik-baiknya, manusia berasal dari sari pati tanah, makan dan minumnya pun berasal dari unsur-unsur tanah, dan pada akhirnya akan kembali ke tanah.

“Namun, Allah juga me­niupkan roh ke dalam tubuh manusia, menjadikannya makhluk yang memiliki jiwa yang fitrah. Oleh karena itu, umat Muslim ha­rus berusaha untuk kembali kepada fitrah yang suci, terutama dengan memperbanyak ibadah dan membersihkan hati di bulan Rama­dan ini,” jelasnya.

Benni Warlis juga mengajak masyarakat untuk semakin memakmurkan masjid dengan menghadiri salat berjamaah lima waktu, terutama dimulai dari Salat Subuh. Ia berharap para pejabat pemerintah menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam meramaikan rumah Allah.

“Jika kita ingin mewujudkan Agam yang Ma­dani, maka kita harus me­mulainya dari masjid, jadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan pendidikan bagi generasi mu­da kita,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya mendekatkan anak-anak dan generasi muda ke masjid agar mereka tumbuh menjadi pe­mimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Generasi yang berlandaskan kecerdasan, memiliki rasa dan empati kepada sesama (raso jo pare­so), serta mampu bertindak bijak dan penuh pertimbangan (ereang jo gendeang).

“Jika kita bersama-sa­ma berkomitmen untuk menuntun umat ke jalan Allah, maka kita akan melahirkan pemimpin-pemim­pin masa depan yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam membangun masyarakat,” tutupnya. (pry)