NABI Muhammad SAW merupakan sosok yang kisah hidupnya patut dicontoh dan menjadi suri tauladan bagi semua umat Islam.
Beliau merupakan nabi dan rasul terakhir yang membawa syafaat bagi seluruh umat muslim di dunia. Sudah sepatutnya umat muslim mengetahui kisah teladan Nabi Muhammad SAW.
Membaca dan mempelajari kisah teladan para nabi dan rasul termasuk di dalamnya Nabi Muhammad SAW bisa dibiasakan sejak kecil.
Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan oleh anak-anak, baik dalam berperilaku maupun bertutur kata.
Ada banyak kisah Nabi Muhammad SAW yang bisa diceritakan sebagai suri tauladan umat muslim di seluruh dunia.
Semua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan semua perkataan beliau adalah hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan panutan.
Akan tetapi, ada kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang sangat menyentuh dan menginspirasi siapapun yang membaca kisah ini. Simak kisahnya berikut ini
Dalam cerita ini, dikisahkan Nabi Muhammad SAW sedang berada dalam kondisi kesehatan yang semakin menurun.
Beliau bertanya kepada istrinya, Aisyah RA mengenai uang yang pernah dititipkannya beberapa waktu yang lalu.
Nabi Muhammad SAW pun meminta Aisyah untuk membagikan uang tersebut untuk orang-orang yang membutuhkan, membelanjakannya di jalan Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW merasa malu sekali apabila sudah saatnya beliau dipanggil oleh Allah SWT, masih ada sisa harta yang disimpannya sendiri.
Dari kisah ini, dapat dilihat bahwa meskipun sedang dalam kondisi sakit, Nabi Muhammad SAW selalu memikirkan orang lain dan tidak ingin memakan hartanya sendiri.
Sungguh kisah ini merupakan kisah yang patut menjadi suri tauladan bagi semua umat muslim.
Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, perlu diingat bahwa di dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain.
Oleh sebabnya, jangan sungkan dan ragu untuk memberikannya pada kaum dhuafa.
Dari ketiga kisah Nabi Muhammad SAW di atas, terlihat bahwa Rasulullah SAW merupakan orang yang gemar bersedekah.
Ketika beliau hanya memiliki 8 dirham untuk membeli pakaian, beliau ikhlas memberikan uangnya bagi orang-orang yang membutuhkan.
Demikian pula ketika Rasulullah SAW dihina dan dicemooh oleh seorang pengemis buta.
Beliau tetap memberikan sebagian rezeki yang dimilikinya dengan memberi makan pengemis tersebut meskipun ia setiap hari menghina dirinya di depan orang-orang yang datang ke pasar.
Di kisah terakhir, Nabi Muhammad SAW dalam masa sakitnya masih memikirkan betapa meruginya beliau jika menghadap Allah SWT dalam kondisi masih menyimpan harta di dalam rumahnya.
Ini bisa menjadi pelajaran bagi umat muslim semua untuk berlomba-lomba melakukan sedekah.
Bersedekah di masa sekarang sudah banyak terbantu oleh hadirnya lembaga amil zakat nasional. Sehingga, umat muslim yang ingin mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam bersedekah tidak usah ragu untuk menyalurkannya melalui lembaga Yayasan Yatim Mandiri.
Semoga kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang juga masuk ke dalam kisah teladan Nabi dan Rasul populer di atas dapat meningkatkan semangat umat muslim untuk terus meneladani sifat mulia Rasulullah SAW. (***)






