PAYAKUMBUH/50 KOTA

Membangun Jembatan Hati, Wako Kunjungi Tiga Warga Latina

0
×

Membangun Jembatan Hati, Wako Kunjungi Tiga Warga Latina

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI— Wali Kota Payakumbuh dr.Zulmaeta turun langsung menyerahkan bantuan kepada tiga warga Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) yang tengah berjuang melawan penyakit.

POLIKO, METRO –Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, turun langsung menyerahkan bantuan kepada tiga warga Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) yang tengah berjuang melawan penyakitnya. “Saya tidak bisa tinggal diam ketika mendengar ada warga kita yang sedang berjuang melawan penyakit berat. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Payakumbuh, dan sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk saling membantu,” kata Wako Zulmaeta didampingi Wa­wako Elzadaswarman saat menyerahkan bantuan di Latina, Selasa (4/3).

“Saya ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” sebut Wali Kota sekaligus memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat latina yang telah bergotong royong membantu sesama melalui donasi swadaya yang telah berjalan sejak 2017.

“Saya sangat bangga dengan warga Latina yang selalu menunjukkan kepe­du­lian dan semangat gotong royong. Inilah esensi dari kebersamaan kita di Pa­yakumbuh, saling mem­­bantu tanpa memandang latar belakang. Semangat ini harus terus kita jaga,” harapnya.

Namun, melihat kondisi para penerima donasi, Zulmaeta merasa ter­pang­­­gil untuk turut memberikan bantuan tam­ba­han, memastikan warganya men­dapatkan perha­tian dan dukungan maksimal. “Saya tidak ingin ada masyarakat yang me­rasa dibiarkan berjuang sendiri. Pemerintah akan selalu hadir untuk membantu mereka, baik secara moril maupun materil,” tegasnya.

Baca Juga  Nagari Sitapa Raih Penghargaan Nugraha Karya Desa Brilian

Wali Kota Payakumbuh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap sesama, apalagi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini. “Mari kita bersama-sama membantu saudara kita yang membutuhkan. Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Semoga Allah melimpahkan keberkahan dan rezeki kepada kita semua,” katanya.

Aksi nyata Wali Kota Payakumbuh ini kembali membuktikan bahwa k­e­pe­mimpinannya bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang hati dan kepedulian yang tulus untuk rakyatnya.

“Saya akan terus berupaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kita ingin Payakumbuh menjadi kota yang tidak hanya maju, tetapi juga penuh kasih sayang dan kepedulian,” pungkasnya.

Senada dengan wali kota, Camat Latina Diki Engla juga mengapresiasi kekompakan masyarakat di Kecamatan Latina yang menggalang bantuan. Ban­tuan yang diberikan sebelumnya juga digalang untuk membangun rumah masyarakat yang tidak layak huni.

“Kepedulian kelompok masyarakat ini patut dicontoh oleh masyarakat lainnya di Kelurahan lainnya di Kecamatan Latina. Tidak hanya hari ini mereka menggalang bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang sakit, namun juga untuk membangun rumah masya­ra­kat yang tidak layak huni,” tambahnya.

Baca Juga  Evaluasi Kinerja, Tenaga Kontrak Diskominfo Payakumbuh Mulai Gunakan E-Kinerja

Diki juga terus mendorong kepedulian ASN di Kecamatan Latina yang dikolaborasikan dengan Puskesmas.

“Di Kecamatan kita juga ada gerakan Bang Apin atau Sumbangan Seribu Tiap Senin dari ASN. Gerakan ini juga kita ko­labo­ra­sikan dengan Pus­­­kes­mas, se­­­hingga mem­­­bantu ma­sya­rakat,” tu­­tupnya.

Adapun ketiga ma­syarakat Latina yang menerima bantuan adalah Wega Cahyani (34), seorang ibu tangguh dari Koto Panjang Padang, mengalami pendarahan subdural akibat penyumbatan pembuluh darah di otaknya. Awalnya hanya sakit kepala hebat pada Desember 2024, namun kemudian Wega kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit. Operasi pertama telah dilakukan pada Januari 2025, sementara operasi kedua menunggu kondisi fisiknya stabil.

Muhammad Al Hamdan (8 ), bocah luar biasa dari Koto Panjang Dalam, mengalami osteogenesis imperfecta atau kerapuhan tulang yang membuatnya harus menjalani perawatan rutin ke RS M. Djamil Padang setiap dua bulan.

Refna (56 ), seorang kepala keluarga yang men­­jadi tulang punggung keluarganya, kini harus berjuang melawan kanker hati. Rasa sakit yang tak tertahankan sejak November 2024 tak menyurutkan semangatnya, namun keterbatasan ekonomi menjadi tantangan besar. (uus)