BERITA UTAMA

Kisah Pengemis Yahudi Buta

0
×

Kisah Pengemis Yahudi Buta

Sebarkan artikel ini

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang kisah hidupnya patut dicontoh dan menjadi suri tauladan bagi semua umat Islam. Beliau merupakan nabi dan rasul terakhir yang membawa syafaat bagi seluruh umat muslim di dunia. Sudah sepatutnya umat muslim mengetahui kisah teladan Nabi Muhammad SAW.

Membaca dan mempelajari kisah teladan para nabi dan rasul termasuk di dalamnya Nabi Muhammad SAW bisa dibiasakan sejak kecil. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan oleh anak-anak, baik dalam berperilaku maupun bertutur kata.

Ada banyak kisah Nabi Muhammad SAW yang bisa diceritakan sebagai suri tauladan umat muslim di seluruh dunia. Semua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan semua perkataan beliau adalah hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan panutan. Ada kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang sangat menyentuh dan menginspirasi siapapun yang membaca kisah ini.

Kisah yang juga termasuk ke dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang banyak diceritakan adalah tentang pengemis yahudi yang buta. Pengemis ini tinggal di sebuah pasar yang ada di kota Madinah.

Selain mengemis, pengemis buta ini selalu berteriak menyuarakan rasa ketidaksukaannya terhadap Rasulullah SAW.

Ia bahkan tak ragu mengucapkan sumpah serapah, mengutuk dan menghina Rasulullah SAW. Setiap hari ia mengejek dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah orang gila.

Pengemis buta ini tidak memiliki siapa-siapa. Tidak ada anggota keluarga yang mendampinginya selama ia mengemis di pasar. Akan tetapi, ia memiliki seseorang yang dengan setia dan sabar menyuapinya hingga makanannya habis.

Tanpa menjawab sedikitpun, orang tersebut mendengarkan cacian dan hinaan yang dilontarkan oleh orang buta untuk Nabi Muhammad SAW.

Pengemis buta ini merasa senang dengan bantuan yang diberikan oleh seseorang tersebut, meski ia tidak pernah mengetahui siapa sosok orang baik ini.

Beberapa waktu kemudian, pengemis buta ini kehilangan sosok yang selalu menyuapinya. Orang tersebut sudah tidak pernah datang lagi. Tidak ada lagi orang yang dengan sukarela memberi makan pengemis buta tersebut.

Suatu hari, datanglah Abu Bakar Ash Shiddiq ke pasar Madinah dan mendapati pengemis buta tersebut sedang berteriak dan menhina dina Nabi Muhammad SAW.

Amarah Abu Bakar memuncak, namun beliau masih bisa menahan diri untuk tidak menghardik pengemis buta tersebut.

Abu Bakar kemudian mulai menyuapi pengemis buta tersebut sambil menahan marahnya, mendengar Rasulullah SAW dicaci dan dijelek-jelekkan. Pengemis buta tersebut sadar bahwa orang yang menyuapinya bukanlah orang yang biasa datang. “Aku yang biasa menyuapimu,” ujar Abu Bakar.

Pengemis buta itu tidak percaya dan berkata bahwa orang yang biasa datang menyuapinya selalu menghaluskan makanan terlbih dahulu sebelum menyuapinya, sehingga ia makan dengan sangat mudah dan tidak kesulitan.

Mendengar ucapan pengemis tersebut, Abu Bakar tak kuasa menahan air matanya. Beliau pun menangis terisak-isak dan mengakui bahwa beliau bukanlah orang yang biasa datang dan menyuapi pengemis tadi. Beliau juga mengatakan tak akan bisa bersikap selemah lembut orang tersebut.

Pengemis buta pun bertanya kepada Abu Bakar ke mana orang yang biasa datang dan menyuapinya? Abu Bakar menjawab kalau orang tersebut sudah meninggal dunia. Beliau datang menggantikannya karena ingin meneruskan amalannya.

Abu Bakar pun bercerita bahwa yang datang menyuapinya selama ini adalah Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang selama ini dicaci, dihina dan direndahkan oleh pengemis tersebut di depan semua orang yang ada di pasar.

Tertegun mendengar ucapan Abu Bakar, pengemis buta itu pun perlahan menyadari perlakuan kasar dan buruknya kepada Nabi Muhammad SAW, orang yang selama ini telah membantunya dengan sabar dan ikhlas.

Pengemis buta itu pun ikut menangis menyesali perbuatannya. Ia pun langsung mengutarakan niatnya untuk masuk Islam kepada Abu Bakar As Shiddiq dan mengucapkan dua kalimat syahadat setelahnya.

Sungguh kasih sayang dan sifat lemah lembut yang ditunjukkan dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW ini dapat menyentuh hati setiap orang. (***)