METRO SUMBAR

Seekor Kerbau Mati, Terseret Luapan Batang Mungo Taram

0
×

Seekor Kerbau Mati, Terseret Luapan Batang Mungo Taram

Sebarkan artikel ini
TERSERET ARUS—Seekor kerbau mati diseret arus karena luapan Batang Mungo di Nagari Taram, Kecamatan Harau.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Hujan lebat yang terjadi pada Senin (3/3) dinihari me­nyebabkan batang Mungo di Nagari Taram, Kecamatan Ha­rau, meluap. Selain itu juga akses Jalan dari Taram menuju Jorong Subarang Aia, Nagari Balai Panjang, Kecamatan La­reh Sago Halaban, sempat terputus.

Tidak hanya itu, derasnya arus Batang Mungo juga me­nyeret 1 ekor Kerbau milik warga di Jorong Tanjuang Ateh hingga ditemukan mati. Termasuk kedai-kedai warga di Objek Wisata Kapalo Banda (Wakanda) juga, terendam Banjir.

Baca Juga  Terkait Kepesertaan Masyarakat Kurang Mampu, Gubernur Sumbar Minta BPJS Koordinasi dengan Kabupaten/Kota

Namun saat ini kondisi banjir sudah mulai turun dan jalan sudah bisa dilewati.

“ Untuk rumah tidak ada yang terendam banjir, karena yang meluap Batang Mungo, bukan Batang Sinamar. Yang terendam kedai-kedai di Kapalo Banda serta 1 ekor Kerbau masyarakat mati akibat ter­seret arus,” ucap Wali Nagari Taram, Nanang Iskandar, Senin (3/3).

Ia juga menjelaskan, saat ini jalan dari Nagari Taram menuju Subarang Aia sudah bisa dilewati karena Banjir terus ber­kurang. “Kalau Batang Mungo yang meluap, biasanya air cepat surut, tadi pagi saya melihat kelokasi, jalan sudah bisa dilalui. Banjir atau meluapnya Batang Mungo menurut warga terjadi dinihari tadi, (Senin Red),” sebutnya.

Baca Juga  Aset Jangan sampai Hilang di Padangpariaman

Jorong yang terdampak Banjir di Nagari Taram, yakni di Jorong Tanjuang Ateh (Kapalo Banda) dan Jorong Parak Baru. Di kawasan Kapalo Banda belum bisa dilewati untuk ke Seberang. Dia berharap agar intensitas hujan tidak deras dan lama, sehingga air bisa dengan cepat kbali surut. (uus)