JAKARTA, METRO–Program makan bergizi gratis (MBG) akan berjalan normal selama bulan puasa. Artinya, siswa yang sekolahnya sudah masuk daftar penerima manfaat tetap mendapatkan jatah MBG sepanjang Ramadan.
Bagi siswa yang berpuasa, mereka diperbolehkan membawa pulang paket MBG dari sekolah dan menyantapnya saat waktu berbuka. “Yang tidak puasa, ya silakan dikonsumsi,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana seusai mendampingi Presiden Prabowo di Lanud Halim, Jumat (28/2) petang.
Untuk daerah dengan mayoritas siswa nonmuslim, dia menyatakan, MBG bakal dibagikan sebagaimana biasanya. Namun, tim BGN akan lebih dahulu mengecek situasi di lapangan. “Setelah sepekan, akan kami evaluasi. Kalau ternyata seluruhnya tidak puasa, layanan berlangsung normal,” tuturnya.
Dadan menyatakan, penyajian menu MBG selama bulan puasa bisa disesuaikan dengan daerah sasaran. Misalnya, pada daerah yang mayoritas siswanya berpuasa, MBG bisa ditambah menu takjil seperti kurma. “Untuk daerah yang mayoritas tidak puasa, mungkin tidak perlu ada takjil. Cukup menu biasa saja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan kasus makanan belum matang di Nusa Tenggara Timur yang viral di media sosial. Dadan memastikan, kasus tersebut terjadi di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) baru.
Dari penelusuran, petugas SPPG itu belum terbiasa memasak dalam jumlah besar. ’’Memasak dalam jumlah besar memang butuh adaptasi. Bisa masak di rumah untuk 10 orang belum tentu bisa masak untuk 150 orang,’’ tuturnya. (jpg)






