METRO PADANG

MUI Padang Imbau Warga Balimau di Rumah saja, BPBD Siaga dan Awasi Lokasi Rawan Balimau

0
×

MUI Padang Imbau Warga Balimau di Rumah saja, BPBD Siaga dan Awasi Lokasi Rawan Balimau

Sebarkan artikel ini
AWASI LOKASI BALIMAU— Kalaksa BPBD Kota Padang ikut turun mengawasi sejumlah lokasi balimau yang ramai dikunjungi warga Kota Padang menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, Jumat (28/2) sore.

PADANG, METRO–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang mengimbau war­g­a kota untuk tidak mela­ku­kan tradisi balimau memasuki Ramadhan di tempat pemandian umum. Umat muslim diminta balimau di rumah saja, Jumat (28/2).

“Tentunya kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ‘Balimau’ di rumah saja,” kata Ketua MUI Padang Japeri Jarab, Jumat (28/2).

Ajakan untuk balimau di ru­mah saja, menurut Japeri, agar ma­syarakat terjauh dari perbua­tan dosa dan hal yang tidak diinginkan. Ketika melakukan mandi di sungai atau tempat pemandian, aurat tidak terjaga.

“Ketika mandi di tempat ter­bu­ka, aurat terlihat, berbaur dengan bukan sesama muh­­rim, tentu akan me­nam­bah dosa, sementara niat melakukan balimau untuk mensucikan diri dari dosa sebelum puasa,” ujar Japeri.

Selain itu, biasanya pro­­sesi balimau akan berlangsung lama. Lewat dari waktu maghrib. Akibatnya war­ga ada yang tidak me­ngi­kuti shalat tarawih.

“Prosesi balimau terkadang sampai larut malam, biasanya akan terjadi ke­ma­cetan, berpotensi ke­celakaan, akhirnya ibadah salat tarawih tidak terlaksana, karena itu kami me­ng­imbau kepada umat mus­lim untuk balimau di ru­mah saja,” kata Ketua MUI.

Pun begitu, Pemerintah Kota Padang akan tetap melakukan pengawasan dan pemantauan di lokasi-lokasi yang selalu dijadikan tempat balimau oleh ma­sya­rakat. BPBD bersama Satpol PP akan turun ke tengah masyarakat.

“Kita pantau dan awasi ke tempat-tempat yang dijadikan lokasi balimau oleh masyarakat,” kata Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Jumat  (28/2).

Ia mengatakan, cukup banyak titik lokasi balimau di Padang. Di antaranya yakni di Pantai Pasir Jambak, Lori Lubuk Minturun, Bawah Jembatan Kalawi, Iri­gasi Lubuak Rayo, Lu­buak Paraku, Lubuak Tam­pu­ruang, Pantai Pa­dang, Pantai Air Manis.

“Kami imbau ma­sya­rakat untuk waspada dan berhati-hati,” imbau Hendri.

Hendri Zulviton juga melalukan monitoring Giat PAM Balimau di daerah Proyek bendungan Gunung Nago dengan jumlah pengunjung sekitar 800 orang.

Pada Jumat pagi, tim BPBD Kota Padang juga telah melaksanakan Apel Persiapan Pengamanan (PAM) tradisi Balimau di Kota Padang. Apel ini dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Padang serta didampingi oleh Sekretaris BPBD, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, serta Kasubag Umum.

Sebanyak 35 personel BPBD Kota Padang disiagakan dalam pengamanan tradisi Balimau yang biasanya dilakukan masya­ra­kat di berbagai lokasi sungai, pantai, dan pemandian umum menjelang bulan Ramadan.

Dalam arahannya, Ka­lak­sa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kejadian darurat, seperti kecelakaan air dan cuaca ekstrem.

“Kami menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk memastikan pelaksanaan tradisi balimau berjalan dengan aman. Masyarakat juga kami imbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat berada di kawasan sungai dan pantai yang berpotensi berbahaya,” ujar Hendri Zulviton.

BPBD Kota Padang akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti, Satpol PP, Dishub, Dinas Sosial, kepolisian, TNI, Basarnas, PMI dan instansi lainnya, guna memastikan pengamanan berjalan optimal.

Selain dari Instansi kita juga di bantu dari Insan Kebencanaan seperti KSB, Tagana, KPB, relawan rumah zakat dan lainnya.

Tim BPBD Kota Padang juga akan menyiapkan peralatan penyelamatan untuk mengantisipasi kemungkinan darurat di lapangan.

Dengan adanya penga­ma­­nan ini, diharapkan ma­sya­rakat dapat menjalankan tradisi Balimau dengan aman dan nyaman tanpa adanya insiden yang tidak diinginkan. (brm)