PASBAR, METRO–Menjelang Ramadhan 1446 Hijriah Tahun 2025, ketersediaan pangan di Kabupaten Pasaman Barat, diyakini mencukupi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, stok pangan saat ini masih terjaga dengan baik.
“Dari hasil pemantauan kita di lapangan, stok pangan masih mencukupi dan tidak ada kendala yang ditemui. Kami juga terus melakukan pemantauan,” ungkap Ekadiana..
Menurutnya, setiap pekan pihaknya selalu melakukan pendataan ketersediaan pangan. Jika ditemukan adanya kelangkaan atau lonjakan harga, pihaknya siap menggelar bazar pangan murah untuk meringankan masyarakat.
Lebihjauh dikatakan Ekadiana bahwa untuk Pasaman Barat saat ini sudah tersedia beras sebanyak 7.649,16 ton, dengan kebutuhan 3.681,21 ton. Sebagian besar berasal dari produksi lokal, sebanyak 5.225 ton. Jagung 18.980 ton, dengan kebutuhan 23,75 ton. Seluruhnya berasal dari produksi lokal, mengingat Pasaman Barat adalah sentra jagung.
Semenatra itu cabai rawit mencapai 298,64 ton, dengan 275 ton berasal dari produksi lokal. Cabai merah 302,50 ton, dengan kebutuhan 185,59 ton. Sebagian besar berasal dari produksi lokal, sebanyak 125 ton.
Untuk bawang putih 98,75 ton, dengan kebutuhan 43,73 ton, yang berasal dari Solok, Bukittinggi, dan Alahan Panjang. Bawang merah 201,22 ton, dengan kebutuhan 135,45 ton. Sebagian besar berasal dari luar daerah, terutama Bukittinggi, Solok, dan Alahan Panjang.
Selanjutnya kata Ekadiana, daging sapi 113,44 ton, dengan kebutuhan 1,56 ton. Produksi lokal mencakup 100 ton, sementara sisanya berasal dari Payakumbuh. Daging ayam 679,17 ton, dengan kebutuhan 190,93 ton. Sebagian besar berasal dari luar daerah, seperti Payakumbuh dan Agam. Sementara gula pasir sebanyaka 396,30 ton, dengan kebutuhan 184,11 ton. Kemudian kata Ekadiana, minyak goreng sebanyak 778 ton.
Ekadiana menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau situasi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil selama bulan Ramadhan mendatang. (end)






