METRO SUMBAR

Sebagai Rekam Jejak Budaya Bangsa, DPK Sosialisasikan Naskah Kuno

0
×

Sebagai Rekam Jejak Budaya Bangsa, DPK Sosialisasikan Naskah Kuno

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Peserta mengikuti sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara yang diselenggarakan DPK, Kamis (20/2) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

PADANG PANJANG, METRO–Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Yan Kas Bari, S.E menyebutkan, naskah kuno sangat membantu masyarakat dalam memahami rekam jejak budaya bangsa yang berisikan ragam budaya bernilai tinggi dan kejayaan masa lampau.

“Mengingat naskah kuno merupakan hasil pemi­kiran para leluhur dalam membangun peradaban bangsa ke arah lebih baik. Pengetahuan yang terkandung di dalam naskah kuno sangat penting dan dapat dipakai untuk memenangkan kehidupan,” ucapnya.

Hal itu diutarakannya dalam Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara yang diselenggarakan DPK, Kamis (20/2) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Yan juga mengatakan sebagai institusi peradaban yang menjadi simbol negara, Perpustakaan mengem­ban tugas untuk menjelaskan kepada dunia tentang ragam ajaran mengenai tatanan sosial kehidupan masyarakat pada masa lampau. “Tugas utama kita adalah bagaimana mengangkat nilai-nilai lokal yang ada di dalam manuskrip,” jelasnya.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Pramono, S.S, M.Si, Ph.D yang tampil sebagai pemateri menerangkan, dalam upaya pelestarian naskah kuno, Perpustakaan melakukan kewajibannya sebagai pembina. Fungsinya sebagai pelestari naskah kuno untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa.

Menurutnya, alasan untuk melestarikan naskah kuno ada delapan. Pertama, penyelamatan peradaban dan budaya bangsa. Selanjutnya keberadaan naskah kuno tersebar di masyarakat belum terdata dengan baik. Lalu, kondisi alam dan letak geografis. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan naskah masih kurang. Selanjutnya, pengetahuan dan keterampilan ma­syarakat dan pustakawan dalam melestarikan naskah belum memadai.

“Keenam, adanya tuntutan masyarakat keterse­diaan koleksi naskah. Media penyimpanan informasi tentang naskah memiliki keterbatasan. Terakhir, menjamin informasi yang tersimpan tetap bisa diakses sesuai perkembangan TIK dan kebutuhan kekinian,” paparnya.

Hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dari Nagari Lareh Nan Panjang, Gunuang dan Bukik Suruangan, beberapa tokoh masyarakat dan akademisi. (rmd)