BERITA UTAMA

17 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Siswi MTsN dalam Karung, Polisi Buru Pelaku, Ada Rekaman CCTV, Korban Dibonceng Pakai Motor Malam Hari

0
×

17 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Siswi MTsN dalam Karung, Polisi Buru Pelaku, Ada Rekaman CCTV, Korban Dibonceng Pakai Motor Malam Hari

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat siswi MTsn dalam karung di Jorong Sungai Tarab, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar.

TANAHDATAR, METRO–Pelaku pembunuhan siswi MTsN 2 Sumanik dalam karung yang mayatnya ditemukan dalam karung di pinggir jalan kawasan Na­gari Sungai Tarab, Keca­ma­tan Sungai Tarab, Kabupa­ten Tanahdatar, hingga kini masih terus diburu pihak Ke­polisian.

Bahkan, pascapenemuan mayat gadis remaja yang dike­tahui berinisial CN (15),  Tim Satreskrim Polres Tanahdatar sudah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi. Salah satu saksi yang diperiksa adalah pacar korban.

Selain itu, dari hasil penyelidikan awal, Polisi ternyata sudah mengan­tongi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman itu, korban sebelum ditemukan tewas Rabu pagi (19/2),  pada ma­lam hari sempat terlihat di­bonceng seseorang meng­gunakan sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi mengatakan, pi­hak­nya sudah menge­rah­kan tim untuk mengusut tuntas kasus penemuan mayat siswi MTsN terse­but. Menurutnya, dari hasil olah TKP dan identifikasi pada tubuh korban, diduga kuat korban tewas akibat dibunuh.

“Untuk sementara, kita baru mengumpulkan se­mua saksi yang berhubu­ngan dengan korban. S­e­dang kita data dan sedang diambil keterangannya. Akan tetapi baru sebagian, dan masih ada sebagian lainnya belum,” kata AKP Surya Wahyudi kepada wartawan, Kamis (20/2).

Dijelaskan AKP Surya, saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus pem­bunuhan ini mulai dari war­ga yang menemukan ma­yat korban, keluarga, orang dekat korban terma­suk pacar korban.

“Total saksi yang dip­e­riksa 17 orang. Semua orang dekat korban terma­suk pacarnya. Sejauh ini, hasil pemeriksaan saksi-saksi sudah mulai mem­buat terang pengingkapan kasus pembunuhan ini. Pelakunya akan terus kita buru,” tegas dia.

AKP Surya menutur­kan, pihaknya terus me­nyelidiki kasus itu sambil menunggu hasil autopsi korban di RS Bha­yangkara Padang. Sehingga pihak­nya terus mengumpulkan pe­tunjuk dan keterangan saksi untuk membuka mis­teri kematian siswi MTsN itu.

“Diperkirakan hasil dari otopsi tersebut akan keluar sekitar satu atau dua hari lagi. Mudah-mudahan da­lam waktu dekat ini kita menemukan alat bukti dan memburu pelaku. Tetapi untuk mengarah kepada satu orang atau pelaku, masih belum bisa ditentu­kan,” ungkap AKP Surya.

Selain itu, kata AKP Surya, korban sebelumnya mempunyai pacar akan tetapi baru saja putus pada hari Minggu kemarin atau tiga hari sebelum korban ditemukan tewas. Hal itu berdasarkan keterangan dari mantan pacar dari korban.

“Informasinya korban sempat punya pacar, dan keterangan dari mantan pacarnya ini sudah putus pada hari Minggu. Karena merupakan anak di bawah umur, diduga cinta monyet, yang berpacaran selama satu minggu, lalu putus,” katanya.

AKP Surya menyebut untuk mantan pacar ter­sebut sudah dimintai kete­rangan. Intinya terkait per­kembangan dugaan tindak pidana pembunuhan ini ma­sih dalam penyelidikan, pen­dalaman, dan pe­ngem­bangan.

“Kami juga melakukan pengecekan terhadap ka­mera CCTV yang ada di sepanjang jalan sekitar lokasi kejadian. Untuk se­mentara diketahui bahwa korban sedang berada di rumah neneknya pada ma­lam hari dan pada paginya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ulas dia.

AKP Surya mengata­kan, korban pada malam sebelum ditemukan tewas. berada di rumah neneknya yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya. Saat berada di rumah nenek­nya, korban sedang tele­ponan sambil mendengar­kan musik lewat speaker.

“Selepas menerima te­le­pon, korban keluar tanpa sepengetahuan siapapun dari keluarganya. Siapa orang yang keluar bersama korban ini masih dalam penyelidikan,” tambah dia.

Dugaan korban dijem­put menggunakan sepeda motor oleh seseorang, ung­kap AKP Surya diper­kuat dari pengecekan CCTV yang ada di sekitar lokasi dan sepanjang jalan. Kor­ban memang ada terlihat korban pergi dengan me­naiki sepeda motor.

“Tapi dengan siapanya korban pergi belum terung­kap, karena untuk mengi­dentifikasi kendaraannya masih dalam kendala. ka­mera CCTV ini jaraknya jauh dan gambarnya juga kurang jelas,” tutup dia.

Warga Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah­datar, dihebohkan dengan penemuan mayat wanita di pinggir jalan yang loka­sinya sangat sepi, Rabu (19/2) sekira pukul 08.45 WIB. Tragisnya, meyat ter­sebut ditemukan dengan kondisi terbungkus karung.

Pascapenemuan itu, warga langsung berdata­ngan ke lokasi dan berke­rumun untuk menyaksi­kannya. Usut punya usut, mayat tersebut diketahui gadis remaja berinisial CN (15) yang berstatus pelajar di salah satu MTsN atau setingkat SMP di Ka­bu­paten Tanahdatar. Kuat dugaan, gadis itu tewas akibat dibunuh.

Pasalnya, Polisi yang datang ke lokasi usai men­dapatkan laporan dari war­ga, menemukan adanya bekas cekikan pada leher­nya dan cakaran. Usai me­lakukan olah TKP, Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSU Ali Hanafiah Batusangkar lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang un­tuk dilakukan autopsi.

Kapolres Tanahdatar AKBP Simon Yana Putra melalui Kasatreskrim AKP Surya membenarkan ada­nya penemuan mayat da­lam karung di di Tobek Buntao Sitakuak Dusun Ladang Koto, Jorong Su­ngai Tarab. Menurutnya, berdasarkan dari hasil pe­meriksaan pihak RSUD Ali Hanafiah pada leher kor­ban terdapat luka memar bekas cekikan.

“Dari hasil pemerik­saan sementara pihak RSDU Ali Hanafiah pada leher korban ditemukan bekas cekikan. Sedangkan lu­­ka akibat ben­da tajam tidak ada di­te­mukan pada tubuh kor­ban. Untuk me­mastikan pe­nyebab kema­tian korban, jenazah diba­wa ke RS Bha­yankara untuk diautopsi,” jelas AKP Surya.

AKP Surya menutur­kan pihaknya hingga kini belum bisa menyimpulkan kema­tian korban. Pasalnya, tim masih terus bekerja mela­kukan penyelidikan untuk mengungkapnya. Meski begitu, kuat dugaan ini merupakan kasus pem­bunuhan.

“Saat ditemukan kor­ban mengenakan baju hi­tam, celana pink dan ta­ngan bertato bertukiskan cinta. Korban merupakan anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar setingka SMP. Sedangkan jenis kelamin mayat yang ditemukan adalah perem­puan,” tegas dia. (ant)