BERITA UTAMA

Kirana Putra-Suryadi Nurdal Resmi Dilantik jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok 2025 – 2030, Siap Jalankan Amanah Masyarakat Kota Solok

0
×

Kirana Putra-Suryadi Nurdal Resmi Dilantik jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok 2025 – 2030, Siap Jalankan Amanah Masyarakat Kota Solok

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Solok - Wakil Wali Kota Solok Ramdhani-Suryadi poto bersama dengan keluarga dan rombongan usai pelantikan.

Pasangan Rama­dha­ni Kirana Putra – Suryadi Nurdal resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok periode 2025 – 2030. Momentum ini menjadi sejarah dalam perjalanan Kota Solok kedepan.

Dilantik di Jakarta oleh Presiden RI Prabowo Subianto, juga menjadi momentum baru bagi kepala daerah yang dilantik. Diharapkan ini menjadi semangat baru dalam memulai pengabdian membangun daerah.

Bagi Ramadhani dan Suryadi Nurdal, hari ini menjadi tonggak bagi dirinya dalam menjalankan amanah dari masyarakat Kota Solok yang diembannya. Dia mengakui butuh dukungan dari semua pihak untuk membangun Kota Solok kearah yang lebih baik kedepannya.

“Banyak tugas dalam mengemban amanah dari masyarakat. Begitu juga tantangan yang akan dilalui kedepan. Saya bersama pak Suryadi butuh dukungan dari semua pihak demi terwujudnya harapan dan cita cita dalam membangun Kota Solok,” harapnya.

Dalam membangun Kota Solok ke depan, Wali Ko­ta Solok – Wakil Wali Kota Solok Ramdhani – Suryadi telah menyiapkan  visi, misi dan program prioritas. Dan itu semua telah dijabarkan ke dalam Rencana Pem­ba­ngu­nan Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Str­ategis Pe­rangkat Da­erah (Ren­stra PD).

Jauh sebelumnya, Ramadhani – Suryadi te­­lah me­ng­him­­pun ber­bagai pan­dangan, ga­gasan, isu stra­tegis atau wa­wa­san ba­ru secara men­da­­lam ter­ha­dap vi­si, misi, program prioritas. Dan masing-masing OPD di ling­kungan Pemko Solok telah menyampaikan hasil telaahan dan analisis terhadap masalah, isu strategis, tantangan, kebutuhan dan ga­ga­san baru terhadap upaya pencapaian visi, misi, program prioritas yang akan dilaksanakan.

Baca Juga  Pemilik Fortuner Dirampok, Dihajar lalu Dibuang. 2 Pelaku Bersenpi Diringkus, 3 Kabur

Lebih lanjut Rama­dha­ni Kirana Putra memaparkan secara singkat Visi Kota Solok 5 tahun ke depan yaitu “Penguatan Fondasi Transformasi Me­nuju Solok Kota Madani”, dengan delapan misi dan program-program prioritas yang difokuskan untuk mencapai visi yang diharapkan.

Agar lebih terarahnya telahaan dan penjabaran terhadap visi, misi dan program prioritas setidak­nya ada lima tema besar. Diantaranya memperkuat fondasi transformasi sosial untuk perwujudan ma­sya­rakat yang sehat, cerdas, kreatif, tangguh dan berdaya saing.

Kemudian memper­kuat fondasi transformasi ekonomi untuk mewujudkan perekonomian kota yang tangguh, maju, dan inklusif. Selanjutnya memperkuat fondasi transformasi tata kelola pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

Membangun ketahanan adat, agama dan pemajuan kebudayaan menuju kota ma­dani; serta Mewujudkan pengelolaan lingkungan dan infrastruktur kota yang ber­kea­dilan dan ber­ke­lan­jutan.

Memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum menjadi perha­tian­ Pemko Solok ke­depan. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan publik yang ber­kua­litas.

Baca Juga  Penambangan Liar di Batang Sinamar Digerebek, Tiga Orang Ditangkap

Laju pertumbuhan penduduk Kota Solok itu paling tinggi di antara 19 kabupaten/ko­ta di Sumatera Barat, yaitu di atas 2,14%. Oleh­ karena itu,­ perlu rumusan kebijakan ke­­pen­­dud­u­kan yang tepat untuk men­­capai ke­se­­­jahteraan ma­­syarakat se­­­kaligus mem­­percepat ke­­ma­juan pem­­­­ba­ngu­nan.

Sehingga perlu tata kelola pemerintahan yang baik dalam rang­ka percepatan re­for­ma­si biro­krasi dan pelayanan publik.

Dia berharap perlunya minimalisasi ego sektoral dalam konteks kerja sama tim dan pengambilan keputusan. Selain itu, pada delapan area perubahan Reformasi Birokrasi (pola pikir, regulasi, organisasi, tata laksana, pelayanan publik, akuntabilitas, pengawasan, manajemen SDM), perlu dilakukan ma­na­jemen perubahan.

Bagi Pemko Solok, tata kelola infrastruktur wila­yah dan kota berkelanjutan sangat diperlukan di tengah perubahan yang sangat cepat. Hal ini ditambah dengan terbatasnya anggaran dalam penyediaan infrastruktur.

Oleh karena itu, infrastruktur yang disediakan harus dapat memberikan manfaat jangka panjang baik kepada masyarakat maupun pemerintah.

Namun Kota Solok di­perkirakan menghadapi beberapa masalah dalam 5 tahun ke depan. Diantaranya pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, ketersediaan lahan dan konflik penggunaan lahan, perubahan iklim dan risiko bencana. (***)