Pasangan Ramadhani Kirana Putra – Suryadi Nurdal resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok periode 2025 – 2030. Momentum ini menjadi sejarah dalam perjalanan Kota Solok kedepan.
Dilantik di Jakarta oleh Presiden RI Prabowo Subianto, juga menjadi momentum baru bagi kepala daerah yang dilantik. Diharapkan ini menjadi semangat baru dalam memulai pengabdian membangun daerah.
Bagi Ramadhani dan Suryadi Nurdal, hari ini menjadi tonggak bagi dirinya dalam menjalankan amanah dari masyarakat Kota Solok yang diembannya. Dia mengakui butuh dukungan dari semua pihak untuk membangun Kota Solok kearah yang lebih baik kedepannya.
“Banyak tugas dalam mengemban amanah dari masyarakat. Begitu juga tantangan yang akan dilalui kedepan. Saya bersama pak Suryadi butuh dukungan dari semua pihak demi terwujudnya harapan dan cita cita dalam membangun Kota Solok,” harapnya.
Dalam membangun Kota Solok ke depan, Wali Kota Solok – Wakil Wali Kota Solok Ramdhani – Suryadi telah menyiapkan visi, misi dan program prioritas. Dan itu semua telah dijabarkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD).
Jauh sebelumnya, Ramadhani – Suryadi telah menghimpun berbagai pandangan, gagasan, isu strategis atau wawasan baru secara mendalam terhadap visi, misi, program prioritas. Dan masing-masing OPD di lingkungan Pemko Solok telah menyampaikan hasil telaahan dan analisis terhadap masalah, isu strategis, tantangan, kebutuhan dan gagasan baru terhadap upaya pencapaian visi, misi, program prioritas yang akan dilaksanakan.
Lebih lanjut Ramadhani Kirana Putra memaparkan secara singkat Visi Kota Solok 5 tahun ke depan yaitu “Penguatan Fondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani”, dengan delapan misi dan program-program prioritas yang difokuskan untuk mencapai visi yang diharapkan.
Agar lebih terarahnya telahaan dan penjabaran terhadap visi, misi dan program prioritas setidaknya ada lima tema besar. Diantaranya memperkuat fondasi transformasi sosial untuk perwujudan masyarakat yang sehat, cerdas, kreatif, tangguh dan berdaya saing.
Kemudian memperkuat fondasi transformasi ekonomi untuk mewujudkan perekonomian kota yang tangguh, maju, dan inklusif. Selanjutnya memperkuat fondasi transformasi tata kelola pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Membangun ketahanan adat, agama dan pemajuan kebudayaan menuju kota madani; serta Mewujudkan pengelolaan lingkungan dan infrastruktur kota yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum menjadi perhatian Pemko Solok kedepan. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Laju pertumbuhan penduduk Kota Solok itu paling tinggi di antara 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, yaitu di atas 2,14%. Oleh karena itu, perlu rumusan kebijakan kependudukan yang tepat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat kemajuan pembangunan.
Sehingga perlu tata kelola pemerintahan yang baik dalam rangka percepatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Dia berharap perlunya minimalisasi ego sektoral dalam konteks kerja sama tim dan pengambilan keputusan. Selain itu, pada delapan area perubahan Reformasi Birokrasi (pola pikir, regulasi, organisasi, tata laksana, pelayanan publik, akuntabilitas, pengawasan, manajemen SDM), perlu dilakukan manajemen perubahan.
Bagi Pemko Solok, tata kelola infrastruktur wilayah dan kota berkelanjutan sangat diperlukan di tengah perubahan yang sangat cepat. Hal ini ditambah dengan terbatasnya anggaran dalam penyediaan infrastruktur.
Oleh karena itu, infrastruktur yang disediakan harus dapat memberikan manfaat jangka panjang baik kepada masyarakat maupun pemerintah.
Namun Kota Solok diperkirakan menghadapi beberapa masalah dalam 5 tahun ke depan. Diantaranya pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, ketersediaan lahan dan konflik penggunaan lahan, perubahan iklim dan risiko bencana. (***)






