BERITA UTAMA

Benny Utama, Anggota DPR-RI Asal Sumbar: Membangun dengan Hati dan Rasa

0
×

Benny Utama, Anggota DPR-RI Asal Sumbar: Membangun dengan Hati dan Rasa

Sebarkan artikel ini
Benny Utama Anggota DPR-RI

PADANG, METRO–Anggota DPR-RI asal Sumatera Barat, Benny Uta­ma, mengapresiasi lang­­kah Gubernur Sumbar Mahyeldi yang langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota terpilih se-Sumbar.

“Sebuah langkah awal yang baik, semoga implementasinya juga berjalan se­suai harapan. Saatnya bergandengan tangan membangun daerah. Tinggalkan perbedaan. Singkirkan persaingan,” kata Benny Utama.

Ajakan bergandengan tangan, disampaikan Benny Utama karena tantangan kepala daerah saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa lalu. Pemberlakuan efisiensi, pemotongan anggaran akan me­nyu­litkan dalam membangun daerah.

Terkait hal tersebut, dituntut krativitas, rekonsiliasi, konsolidasi dan kolaborasi dengan semua komponen, termasuk dengan antar daerah.

Ia memberikan salah satu contoh nyata, di daerah yang pernah dipimpinnya dua periode sebagai bupati dan satu periode sebagai wakil bupati, “salah satu daerah di Kabupaten Pa­saman, Mapattunggul Se­latan saja, sam­pai kiamat mung­kin belum akan terselesaikan oleh pemerintah kabupaten,” katanya.

Ia melanjutkan, jika tidak digarap bersama de­ngan pemerintah provinsi dan pusat, Ma­pat­tung­­gul Selatan akan tetap begitu saja. Kondisi serupa juga dimiliki seluruh daerah di Sumbar.

Baca Juga  Bupati Perpanjang Masa Jabatan 6 Wali Nagari

Benny berha­rap, pemerintahan provinsi benar-benar memberikan pendampingan utuh kepada kabupaten dan kota. Kendati pemerintahan provinsi tidak memiliki daerah secara langsung, namun capaian baik atau kondisi buruk di kabupaten/kota, tetap juga akan menjadi bagian dari “rapor pro­vinsi”

Benny Utama menilai, pertemuan gubernur dengan seluruh kepala daerah yang baru dilantik merupakan momentum hebat untuk langkah awal. Satukan visi, satukan sudut pandangan melihat daerah, menggali potensi, kemudian ber­gerak bersama bergandengan ta­ngan.

“Semua harus kreatif pada masa efi­siensi ini, semua harus me­ng­gunakan ska­la prioritas dalam mem­­ba­ngun daerah. Jika gu­ber­nur dan wali­kota, bu­pati ser­ta DPRD kom­pak, dipastikan berapa pun besarnya rencana kerja, akan bisa dilaksanakan,” kata rang Lu­buak Sikapiang ini sembari menyebutkan, sta­bilitas politik daerah ber­pengaruh terhadap pem­ba­ngunan daerah. Ter­ma­suk membangun ko­mu­­nikasi efek­tif, apalagi dalam pembangunan di perbatasan wilayah.

Begitu pun kepada ma­sya­r­akat dan tokoh ma­sya­rakat di Sumbar. Pilkada sudah selesai. Benny me­nga­jak agar semua mem­be­rikan dukungan kepada ke­pala daerah yang baru. Per­bedaan pilihan adalah hal lumrah.

Baca Juga  Di Gerobak Ditulis Daging Ayam dan Sapi, Penjual Sate Daging Babi Digerebek

Di sisi lain, Ia menyebutkan, kalau pun saat Pilkada lalu ada “piring pecah” maka kini saatnya untuk menata diri untuk menjadi lebih baik. Mengurus daerah dan negara perlu dengan hati dan rasa. Pemimpin harus memiliki hati dan rasa senasib sepe­na­nggungan.

“Kalau pun dalam forum-forum tertentu ada perbedaan pendapat dan pandangan, tapi semua hanya karena semangat untuk membangun daerah, tidak diteruskan kepada hal-hal yang merugikan daerah dan masyarakat. Sangat aneh dan tak masuk akal kalau ada gubernur yang tidak bisa berkomunikasi dengan bupati atau walikota, atau walikota dan bupati sulit berkomunikasi dengan gubernur,” katanya sembari berharap agar hal tersebut tidak terjadi di Sumbar.

Begitu pun, kata Benny, kepala daerah jangan pula mengabaikan legislatif dan lembaga lain. Pada Undang Undang Pemerintahan Daerah jelas-jelas disebutkan bahwa pemerintah adalah bupati bersama DPRD. (r)