PESSEL, METRO— Pengamat kebijakan publik, Epaldi Bahar, menegaskan bahwa visi, misi, dan program kepala daerah perlu dirasionalisasikan agar dapat diterapkan secara efektif.
Menurutnya, dalam sistem perencanaan pembangunan, Pilkada merupakan salah satu pendekatan dalam menyusun rencana pembangunan daerah.
Dalam acara pra-orientasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang digelar Bappeda & Litbang Pesisir Selatan, Epaldi Bahar menyoroti pentingnya integrasi visi, misi, dan program (VMP) yang diusung pasangan Hendrajoni & Risnaldi Ibrahim (HJ-RI) ke dalam RPJMD. Ia menyebut dokumen RPJMD sebagai
“Kitab Pembangunan yang menjadi pedoman selama satu periode kepemimpinan. Namun, VMP HJ-RI bukanlah solusi instan yang dapat menyelesaikan seluruh permasalahan di daerah. Tidak semua kebutuhan dan keinginan masyarakat bisa langsung terpenuhi,” ujar Epaldi Bahar.
Ia menambahkan, berdasarkan survei SBLF, lima program pro-rakyat yang diusung HJ-RI menjadi faktor utama kemenangan mereka pada Pilkada 27 November 2024.
Oleh karena itu, janji politik tersebut harus direalisasikan dalam lima tahun ke depan.
Meski demikian, Epaldi menekankan bahwa keterbatasan anggaran akan menjadi tantangan utama dalam implementasi program-program tersebut, terutama setelah pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran baru-baru ini.
Selain Epaldi Bahar, acara tersebut juga menghadirkan Ketua Tim Pemenangan HJ-RI, H. Saidal Masysfiuddin, SH. Pertemuan itu diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat yang akan menjalankan program sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. (rio)






