METRO PADANG

20 Tahun Pesantren Ramadhan di Kota Padang, Evaluasi Program, Anggaran Besar Jangan Jadi Sia-sia!, Jasman: Jangan Ada Lagi Guru yang Cuek dan Tidak Peduli

0
×

20 Tahun Pesantren Ramadhan di Kota Padang, Evaluasi Program, Anggaran Besar Jangan Jadi Sia-sia!, Jasman: Jangan Ada Lagi Guru yang Cuek dan Tidak Peduli

Sebarkan artikel ini
MOT PESANTREN RAMADHAN— Asisten I Setdako Padang Edi Hasymi, membuka bimbingan teknis bagi Master of Trainer (MoT) Pesantren Ramadhan di Balaikota Padang.

AIAPACAH, METRO–Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Padang kembali mengadakan Pesantren Ramadhan untuk membekali anak agar menjadi generasi yang berlandaskan agama.

Menariknya, kegiatan Pesantren Ramadhan su­dah dilaksanakan selama puluhan tahun.

Pemerintah Kota Pa­dang sangat berkeinginan agar pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini sebagai momentum evaluasi program tersebut. Asisten I Setdako Padang Edi Hasymi menyebut pelaksanaan Pesantren Ramadhan ibarat anak yang sudah dewasa.

“Pesantren Ramadhan ibarat seorang anak, tentunya sudah matang, sudah memiliki dasar yang kuat,” ujar Edi Hasymi saat membuka bimbingan teknis bagi Master of Trainer (MoT) Pesantren Ramadhan di Balaikota Padang.

Edi Hasymi menekankan, Pesantren Ramadhan memang mesti dievaluasi. Terlebih setelah melihat perilaku remaja akhir-akhir ini.

Edi Hasymi mengaku miris melihat kondisi anak muda saat ini. Anak muda terlibat tawuran, narkoba dan kenakalan remaja. Me­nu­rutnya, pelaksanaan Pesantren Ramadhan seharusnya dapat meminimalisir itu semua.

“Saat ini anak justru patuh kepada temannya, bukan kepada orang tuanya, jangan-jangan anak tersebut tidak patuh karena kurang berhasil dalam Pesantren Ramadhan,” sebut Edi Hasymi.

Selain itu, Edi Hasyim mengatakan, program Pesantren Ramadhan telah menghabiskan anggaran cukup besar setiap tahun. Membutuhkan tenaga dan pikiran dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

“Masa yang panjang selama 20 tahun itu tentu kita ingin melihat apakah peserta yang selama ini mengikuti Pesantren Ramadhan punya dasar ilmu agama yang baik, atau sebaliknya? Kalau gagal, tentunya sia-sia anggaran yang kita berikan,” jelas Edi Hasymi.

Edi menekankan agar panitia pelaksana Pesantren Ramadhan melakukan evaluasi kegiatan di tahun ini. Melakukan survey kepada orang tua. Mengetahui apakah program ter­sebut berjalan baik dan di­rasakan perubahan perilaku anak di tengah keluarga.

Sisi lain, Edi Hasymi mengapresiasi kegiatan Master of Trainer (MoT) yang dilaksanakan di Balaikota Padang. Dirinya berharap bimbingan teknis MoT dapat menjadikan pro­­gram Pesantren Rama­dan lebih baik dari ta­hun sebelumnya.

Peranan Guru Sangat Penting

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rak­yat Sekretariat Daerah (Setda)  Kota Padang, Jasman mendorong agar guru berperan aktif dalam pelaksaanaan Pesantren Ramadhan. Salah satu evaluasi pelaksanaan tahun lalu adalah pentingnya optimalisasi peran guru.

“Kita telah membentuk dua tim, yaitu panitia lokal yang bertanggung jawab atas kelancaran Pesantren Ramadhan  serta tim teknis dari guru dan pemateri yang paham di bidangnya,” kata Jasman, Selasa (11/2).

Jasman menjelaskan, untuk memperkuat penyelenggaraan Pesantren Ramadhan, pihaknya telah memberikan pembekalan bagi panitia lokal (master of trainer). Sementara itu, untuk jajaran guru dibekali pelatihan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita harapkan pada Pesantren Ramadhan nanti guru dapat memindahkan proses belajar mengajarnya ke masjid atau mu­shala, tidak ada lagi guru yang cuek dan tidak peduli pada saat Pesantren Ramadan, akan tetapi benar-benar menjalankan fung­sinya sebagai guru,” tegasnya.

Dijelaskan Jasman, ta­hun ini  87 ribu pelajar di Kota Padang dipastikan akan mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan. Mulai dari kelas empat hingga enam Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat)  juga  dapat bergabung, sebab tingkat SMA kewenangannya berada di provinsi,” ujar dia.

Jasman menambahkan, Pesantren Ramadan diselenggarakan di 1.100  masjid/mushalla. Direncanakan berlangsung selama 19 hari, mulai dari 6-25 Maret.

“Insya Allah Pesantren Ramadan diluncurkan pa­da 21 Februari di Masjid Agung Nurul Iman. Untuk anak-anak kita yang non muslim juga kita dorong un­tuk melaksanakan iba­dah masing-masing,” pung­kas Jasman. (brm)