METRO BISNIS

Launching Budidaya Bawang Dayak di SMPN 6, Muharlion: Perusahan Besar Diharapkan bisa Mendukung Modal dan Pemasaran

0
×

Launching Budidaya Bawang Dayak di SMPN 6, Muharlion: Perusahan Besar Diharapkan bisa Mendukung Modal dan Pemasaran

Sebarkan artikel ini
budidaya Bawang Dayak--Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd. MM launching budidaya Bawang Dayak di SMPN 6 Padang.

 PADANG, METRO–Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd. MM launching budidaya Bawang Dayak di SMPN 6 Padang, Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Pegambiran Am­palu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Senin, (10/2).

Launching dalam bentuk penanaman bawang Dayak dilakukan Muharlion bersama Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, SH, MH, Pendamping Satuan Pendidikan (Pengawas Sekolah), Supratman, M.Pd. Komite Sekolah, Agusfitri dan Kepala SMPN 6 Padang, Noverilan, M.Pd.

Muharlion mengapresiasi inovasi yang dilakukan SMPN 6 Padang. Karena, penanaman pohon, se­perti bawang Dayak memiliki banyak manfaat bagi manusia.

“Menanam pohon secara otomatis, kita telah menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Juga, telah menyediakan oksigen bagi manusia. Apalagi ba­wang Dayak juga salah satu tumbuh-tumbuhan untuk obat-obatan herbal,” ujar­nya.

Bahkan, Muharlion akan mensuport inovasi yang telah dilakukan oleh SMPN 6 Padang ini. Walau begitu dia juga minta dukungan dari semua pihak. Terutama dari segi pemasaran.

“Disini banyak gudang-gudang dan perusahaan besar. Diharapkan mereka mendukung. Baik dari segi modal maupun pemasarannya,” ujar Muharlion.

Muharlion menegaskan SMPN 6 Padang bisa menciptakan ikon bawang Dayak. Tentu, tidak hanya sekedar panen. Tapi, ditindaklanjuti dengan menciptakan produk olahan.

Namun, Muharlion berharap nama bawang Dayak disesuaikan dengan daerah ini. Dia beralasan, jika memang sudah menjadi sentra produksi tentu harus namanya, bukan bawang Dayak lagi.

Sementara, Camat Lubuk Begalung Nofiandi Amir menjelaskan budidaya bawang Dayak sebelumnya telah dilakukan PKK Banuaran yang ber­kolaborasi dengan Yayasan Berkah Amal Salih.  Bahkan, produk ini  menjadi ikon PKK Banuaran yang mewakili Kecamatan Lubuk Begalung pada lomba tingkat Kota Padang.

“Alhamdulillah PKK Ba­nuaran berhasil meraih Juara 2 pada lomba tersebut. Sementara bawang sudah dibudidayakan dan dijadikan produk olahan dalam bentuk teh bawang Dayak,” ujarnya.

Dia jelaskan budidaya bawang Dayak tidak membutuhkan perawatan khu­sus. Lantaran gampang tumbuh di alam terbuka. Bahkan, dalam jangka waktu 3 bulan sudah bisa dipanen.

“Dari hasil penelitian, bawang Dayak bermanfaat untuk obat kanker, diabetes, penguatan tulang dan lain sebagainya. Sebagai obat herbal, tentu tidak memiliki efek samping,” ujar pria yang akrab disapa Andi Amir ini.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 6 Padang mengucapkan terima kasih pada Ketua DPRD Padang yang telah meluangkan waktu sebagai pembina upacara. Bahkan, bersama Camat Lubuk Begalung dan Pendamping Satuan Pendidikan  telah melaun­ching budidaya bawang Dayak.

Noverilan menambahkan wirausaha bawang Da­yak akan dijadikan materi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 6 Padang. Puncak­nya akan dilakukan panen pada akhir 2025. (*)