AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam, telah mencadangkan 14 ton beras di Perum Bulog sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kelangkaan pangan dan bencana alam yang dapat melanda wilayah tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, mengungkapkan bahwa beras cadangan tersebut telah disiapkan sejak beberapa tahun lalu dan hingga kini belum digunakan.
“Beras ini akan diambil jika terjadi kelangkaan atau bencana alam di Agam,” ujarnya saat ditemui di Lubuk Basung, Minggu.
Rosva menegaskan bahwa keberadaan cadangan beras ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi potensi krisis pangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Ini adalah upaya kita untuk mengantisipasi kelangkaan beras di Agam,” tambahnya.
Saat ini, stok beras di Kabupaten Agam masih dalam kondisi aman hingga bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang. Agam sendiri merupakan salah satu sentra penghasil beras utama di Sumatera Barat, dengan total produksi beras pada 2024 mencapai 347.739,3 ton, meningkat 6.487,5 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, harga beras di Agam masih terpantau stabil. Beras sokan dan IR 42 dihargai sekitar Rp16.000 per kilogram, beras benang pulau Rp17.000 per kilogram, beras anak daro Rp18.000 per kilogram, dan beras Bulog Rp13.000 per kilogram.
Dengan langkah strategis ini, Pemkab Agam berharap dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayahnya, sekaligus memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat menghadapi situasi darurat. (pry)






