METRO SUMBAR

Bung Hatta, “Sang Arsitek Kedaulatan Rakyat Indonesia”

0
×

Bung Hatta, “Sang Arsitek Kedaulatan Rakyat Indonesia”

Sebarkan artikel ini
Bung Hatta

Penulis: Tanskia Putri (Mahasiswa PGSD FKIP Universita Bung Hatta), Dosen: Heri Effendi S.Pdi M.Pd

Bung Hatta memang layak disebut sebagai Bapak Kedaulatan Rakyat Indonesia. Ia memiliki peran penting dalam memperjuangkan Indonesia dan membangun demokrasi di negeri ini.

Sebagai seorang pejuang dan proklamator kemerdekaan, Bung Hatta memiliki visi yang jelas tentang masa depan Indonesia dan berjuang keras untuk me­wujud­kan negara ini menjadi lebih adil dan demo­kra­tis.

Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang yang memiliki integritas dan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan sosial. Ia mem­­perjuangkan de­mo­krasi ekonomi, yang menurutnya harus berjalan seiring dengan demokrasi politik. Hal ini tercermin dalam konsep “Demokrasi Kerak­ya­tan”yang dikembangkannya, yang menekankan pentingnya musyawarah mufakat dan Keputusan yang diambil berdasarkan konsensus.

Menurut Suroto, Bung Hatta layak disebut sebagai Bapak Kedaulatan Rakyat karena ia selalu konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan membangun sistem demokrasi yang adil.

Ia juga memiliki pemikiran yang mendalam tentang kedaulatan rakyat, yang ia jabarkan dalam demokrasi ekonomi.

Bung Hatta percaya bahwa demokrasi politik saja tidak cukup untuk mencapai keadilan sosial, dan bahwa demokrasi eko­nomi juga harus diterapkan. Ia berpendapat bahwa sistem ekonomi harus berdasarkan pada asas kekeluargaan dan bahwa rakyat harus memiliki akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi.

Bukti dari peran Bung Hatta sebagai Bapak Ke­dau­latan Rakyat dapat dilihat dari beberapa hal, seperti : 1. Perannya dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Contohnya : a) Pada tahun 1927, Bung Hatta menjadi salah satu pen­diri Partai Nasional Indonesia

(PNI), yang bertujuan untuk memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. b) Pada tahun 1945, Bung Hatta menjadi salah satu proklamator Kemerdekaan Indonesia. 2. Pemikirannya tentang demokrasi eko­nomi.

Bung Hatta memiliki pemikiran yang mendalam tentang demokrasi eko­nomi, yang ia jabarkan dalam konsep demokrasi ekonomi. Dalam konsep demokrasi ekonomi Bung

Hatta, terdapat beberapa prinsip yang harus dijalankan, antara lain : a) Kedaulatan Rakyat : Rakyat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan mengontrol pemerintahan. b) Persamaan Hak : Semua warga negara memiliki hak yang sama dalam bidang ekonomi. c) Kekuasaan Mayoritas : Kekuasaan harus berada di tangan mayoritas rakyat, bukan hanya segelintir orang yang berkuasa. d) Hak-hak Minoritas : Hak-hak minoritas harus dilindungi dan dihormati. 3. Perannya da­lam membangun sistem Demokrasi di Indonesia Bung Hatta memiliki peran penting dalam membangun sistem Demokrasi di Indonesia, dan ia selalu konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Contohnya : a) Pada tahun 1950, Bung Hatta menjadi Perdana Menteri Indonesia, dan ia berusaha untuk membangun sistem de­mokrasi yang adil dan tran­s­paran. b) Ia juga berusah­a un­tuk meningkatkan kesadaran rakyat tentang pentingnya demokrasi dan hak-hak rakyat.

Dalam keseluruhan, Bung Hatta merupakan tokoh penting dala Sejarah Indonesia, dan ia layak disebut sebagai Bapak Ke­daulatan Rakyat karena perannya dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, membangun sistem demokrasi, dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

Kesimpulan

Bung Hatta merupakan sosok yang sangat penting dalam Sejarah Indonesia. Ia memiliki peran besar dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia dan membangun negara ini menjadi lebih adil dan demokratis. Pemikirannya tentang demokrasi eko­nomi dan perannya dalam membangun sistem de­mokrasi di Indonesia membuatnya layak disebut sebagai Bapak Kedaulatan Rakyat. Semoga kita dapat terus mengambil pelajaran dari perjuangan dan pe­mikiran Bung Hatta dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan de­mo­kratis. (***)