PADANG, METRO–Jelang Musda REI XII 2025 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumbar mengadakan rapat persiapan acara Musda REI XII Sumbar. Dengan tim Penjaring Calon Ketua REI Sumbar, Ketua : Joni Halim, Sekretaris : Hendra Gunawan, Anggota : H.Wahyu Iramana Putra di Suasso Restaurant.
Ketua DPD REI Sumbar H.Satria Eka Putra, mengatakan persiapan Musda DPD REI Sumbar XII yang akan dilaksanakan 19 -20 Februari 2025 dan telah kami persiapkan sejak bulan Oktober 2024 lalu.
“Termasuk rangkaian kegiatannya adalah pertama sekali penjaringan calon Ketua, dengan dibentuknya Tim penjaringan, untuk Tim penjaringan, Ketua : Joni Halim, Sekretaris : Hendra Gunawan, Anggota : H.Wahyu Iramana Putra,” ungkap Satria Eka Putra.
Dikatakan Satria Eka Putra, kandidat yang akan maju sebagai Calon Ketua DPD REI Sumbar yaitu H.Satria Eka Putra, Baharudin Indra dan Asmel Rianto. Nanti persyaratan melalui verifikasi dari tim penjaringan dan akan diumumkan siapa yang lolos verifikasi nantinya, untuk pengumuman akan diumumkan sehari sebelum acara Musda REI Sumbar ke XII.
Sistem pemilihan Ketua DPD REI Sumbar kalau ada calon lebih dari satu maka akan diadakan secara voting. Dan kalau calon tunggal akan dpilih secara aklamasi, dengan total anggota yang aktif di DPD REI Sumbar kira 120 yang mempunyai hak suara, untuk pengurus periode 2025 -2028.
Kami sebagai calon Ketua DPD REI Sumbar, kami siap untuk maju dengan waktu yang banyak untuk mengabdi untuk ke oraganisasi.
“Demi terjaganya marwah organisasi dengan kehadiran kami tiga tahun kedepan akan melahirkan kader – kader muda untuk menuju organisasi yang lebih baik lagi untuk masa yang akan datang,” ujarnya.
Selain itu ucap Satria Eka Putra, selaku pengurus DPD REI Sumbar dan panitia hasil dari rapat akan berkoordinasi dengan DPP REI untuk jadwal acara Musda dan menunggu petunjuk dari DPP dalam waktu secepatnya.
Wakil Ketua DPD REI Sumbar, Baharudin Indra, mengatakan sebagai calon Ketua DPD REI Sumbar, dukungan dan keinginan kawan – kawan mengusulkan kami untuk maju.
“Latar belakang untuk maju sangatlah sederhana saja, pertama, anggota –anggota REI di daerah banyak menemui kesulitan terutama masalah lahan, yaitu derah sawah yang dilindungi, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kemudian pemecahan Dokumen kepemilikan tanah atau bangunan yang dibutuhkan untuk akad KPR dan Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat dibebaskan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pembebasan PBB untuk MBR bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam kepemilikan rumah yang layak, yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR. Saat ini baru dua daerah yang mengeluarkan peraturan bupati yaitu Tanah Datar dan Dharmasraya,” ujarnya.
“Maka itu kami terdorong untuk membantu teman makanya perlu koordinasi, tujuan kita bagaimana menjadikan REI suatu oraginasasi Pengusaha real estate yang bisa mengujudkan pembangunan nasional dengan program Presiden untuk 3 juta unit rumah,’ ungkap Baharudin Indra.
Dikatakan Baharudin Indra, pada Musda nanti bersama –sama kita mencari peluang untuk mencapai visi dan misi untuk secara global.
“Bagaimana REI Sumatera Barat mempunyai suatu wadah yang handal, bisa Problem thinking adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau tantangan dengan menggunakan pengetahuan, fakta, dan data,’ jelasnya.
Sekretaris REI Sumbar Asmel Rianto, mengaku bahwa kepemimpinan dalam suatu organisasi dalam suatu adalah bisa mengantarkan kita untuk tujuan bersama, kita bisa membantu kawan – kawan seprofesi untuk sukses bersama. “Maju sebagai Ketua DPD REI Sumbar kita optimis. Insya Allah kita siap untuk memimpin REI sumbar mendatang,maju bersama tumbuh berkembang dengan kebersamaan,” katanya. (ped)






