METRO SUMBAR

Luncurkan Program Strategis 2026, Tanah Datar Fokus Entaskan Kemiskinan

3
×

Luncurkan Program Strategis 2026, Tanah Datar Fokus Entaskan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
FORUM KONSULTASI PUBLIK— Perserta pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Tanah Datar tahun 2026 usai kegiatan foto bersama.

TANAHDATAR, METRO–Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menegaskan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan me­lalui berbagai inovasi dan program unggulan daerah. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dalam sambutan virtualnya pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Tanah Datar tahun 2026, Kamis (6/2), yang berlangsung di aula kantor bupati.

“Kami akan terus berupaya mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan inovasi serta program stra­tegis, termasuk melanjutkan program unggulan da­erah seperti bajak sawah gratis, kuota pupuk bersubsidi, asuransi tani, irigasi, serta bantuan biaya tanam padi,” ujar Bupati Eka Putra.

Ia juga mengajak DPRD, pemangku kepentingan, perangkat daerah, serta seluruh elemen ma­syarakat untuk mendukung program nasional seperti penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, program makan bergizi gratis, dan berbagai kebijakan strategis lainnya.

“Kami meminta semua pihak untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting dengan langkah-langkah yang strategis, masif, terukur, dan terarah,” tegasnya.

Baca Juga  Terpapar dari Keluarga, 3 Warga Sintoga Terkonfirmasi Covid-19

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengikuti instruksi dari pemerintah pusat. Ia juga menyoroti pemotongan anggaran yang berimbas pada pembangunan daerah.

“Terkait pemotongan anggaran, ini bukan kebijakan pemerintah daerah, melainkan kebijakan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Kepala Bappeda dan Litbang Tanah Datar, Adri­yanti Rustam, dalam paparannya menyampaikan bahwa pembangunan nasional bertujuan mening­katkan pendapatan per kapita setara negara maju, mengurangi ketimpangan, meningkatkan daya saing SDM, serta mengurangi emisi GRK menuju Net Zero Emission.

“Tema pembangunan daerah tahun 2026 adalah penguatan perekonomian, peningkatan kualitas SDM, dan pelayanan publik me­nuju Tanah Datar yang maju dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan capaian indeks pelayanan publik Tanah Datar. Tahun 2023, berdasarkan survei Ombudsman RI Sumatera Barat, pelayanan publik Pemkab Tanah Datar men­dapat predikat A dengan nilai 92,44. Pada 2024, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) hasil survei UNAND mencatat nilai 95,27, tetap dalam kategori A. Sementara hasil evaluasi SAKIP tahun 2023 oleh KemenPAN-RB RI mencatat pre­dikat B dengan nilai 66,93, yang meningkat menjadi 67,6 pada tahun 2024.

Baca Juga  Dipastikan Melaju Ke Senayan, Lisda Hendrajoni Tetap Tunggu Hitung Resmi KPU

Salah satu narasumber, Prof. Dr. Elfindri, SE, MA, dari Fakultas Ekonomi UNAND, menekankan pen­tingnya inovasi dalam bi­dang pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan dalam perencanaan tahun 2026.

“Inovasi pendidikan harus menjadi prioritas, khususnya dalam pe­ngem­­bangan akses dengan model layanan khusus serta program kursus komunitas bagi daerah dengan tingkat pencapaian pendidikan yang masih rendah,” jelasnya.

Forum konsultasi publik ini berlangsung sehari pe­nuh dan diikuti oleh pim­pinan serta anggota DPRD, pimpinan OPD, kepala ba­gian, serta camat di ling­kungan Pemerintah Kabu­pa­ten Tanah Datar. (ant)