PAYAKUMBUH/50 KOTA

Kebutuhan Masyarakat Terus Bertambah, Ketersediaan Anggaran Terbatas

0
×

Kebutuhan Masyarakat Terus Bertambah, Ketersediaan Anggaran Terbatas

Sebarkan artikel ini
MUSRENBANG KECAMATAN— Pj Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno membuka Musrenbang Kecamatan Latina

POLIKO, METRO–Pj. Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, me­ngapresiasi tingginya antusiasme masyarakat da­lam pelaksanaan Musya­warah Perencanaan Pem­ba­ngunan (Musrenbang) di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina). Ia menilai bahwa partisipasi aktif warga dalam forum ini menjadi bukti kesadaran bersama dalam membangun Kota Payakumbuh secara berkelanjutan.

Menurut Suprayitno, tantangan utama dalam pembangunan saat ini a­dalah keterbatasan anggaran, sementara kebutuhan masyarakat terus bertambah.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya Mus­renbang sebagai sarana untuk menyusun perencanaan yang efektif dan memastikan bahwa setiap usulan yang diajukan benar-benar menjadi prioritas pembangunan.

“APBD kita terbatas, sementara kebutuhan terus bertambah. Oleh karena itu, Musrenbang menjadi wadah untuk memaksimalkan usulan prioritas demi pembangunan yang lebih optimal,” kata Pj. Wako Suprayitno saat membuka Musrenbang di Kecamatan Latina, Kamis (6/2).

Ia juga menyoroti berbagai pencapaian Kota Payakumbuh di tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan kota ini dalam berbagai bidang tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara peme­rintah dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan telah berkontribusi besar terhadap kemajuan Payakumbuh. “Pres­tasi yang telah diraih membuktikan bahwa Kota Payakumbuh memiliki potensi besar. Ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah dan masya­ra­kat,” tambahnya.

Selain itu, Suprayitno juga membahas isu pen­ting yang tengah dihadapi warga, salah satunya a­dalah abrasi di kawasan Batang Lampasi yang semakin mengkhawatirkan saat curah hujan tinggi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya mencari solusi terbaik meskipun keterbatasan anggaran menjadi tanta­ngan utama.

“Kami telah berdiskusi dengan camat dan to­koh masyarakat menge­nai masalah ini. Dengan keterbatasan anggaran, kita akan mencari solusi lain untuk normalisasi Batang Lampasi,” jelasnya.

Terkait stunting, Suprayitno juga memuji keberhasilan Kecamatan Latina dalam menekan angka stunting secara signifikan. Ia menilai bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak yang ber­komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Penurunan angka stunting di Kecamatan Latina sangat membanggakan. Ini adalah bukti bahwa kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat telah memberikan hasil yang nyata,” katanya.

Sementara itu, Camat Latina, Diki Engla Mardianto, menegaskan bahwa Musrenbang tahun ini menjadi momen penting bagi masyarakat Latina untuk menyampaikan kebutuhan prioritas yang harus segera direalisasikan.

Berdasarkan hasil mu­syawarah, terdapat lima usulan skala prioritas yang dinilai sangat men­desak bagi masyarakat di setiap kelurahan di Latina.

“Jika ada usulan yang belum tertampung dalam Musrenbang, warga ma­sih bisa mengajukannya me­la­lui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD,” katanya. Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat terealisasi pada tahun 2026.

Selain pembangunan infrastruktur, Diki juga menyoroti upaya peme­rintah dalam menekan ang­ka stunting di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa sejak awal 2023, pihaknya telah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius.

“Hingga saat ini, angka itu berhasil ditekan hingga tersisa enam anak. Berkat kolaborasi ber­bagai pihak, 73 persen dari sasaran program sudah terbebas dari stunting,” ungkapnya.

Diki optimistis Kecamatan Latina bisa mencapai target zero stunting tahun ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah ada serta menggalakkan budaya gotong ro­yong.

“Kita jaga bersama fasilitas yang sudah ada dan terus perkuat semangat gotong royong agar pembangunan bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya. (uus)