AGAM/BUKITTINGGI

Delapan Hektare Sawit Terbakar, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api Selama Dua Hari

0
×

Delapan Hektare Sawit Terbakar, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api Selama Dua Hari

Sebarkan artikel ini
PADAMKAN API— Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, berhasil memadamkan api yang membakar sekitar delapan hektare lahan kelapa sawit milik warga di Sungai Sirah, Nagari atau Desa Durian Kapeh Darusalam, Kecamatan Tanjung Mutiara.

AGAM, METRO–Delapan hektare lahan kelapa sawit di Sungai Si­rah, Nagari Durian Kapeh Darusalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, hangus dilalap api. Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (5/2) itu akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabu­ngan Pemerintah Kabupa­ten Agam setelah perjua­ngan selama dua hari berturut-turut.

Kepala Bidang Pema­dam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Agam, Eki Marlinda, mengungkapkan bahwa 30 petugas gabu­ngan dikerahkan dalam u­paya pemadaman ini. Tim tersebut terdiri dari personel Damkar Agam, Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta pemilik lahan dan warga setempat.

“Api akhirnya bisa dikendalikan setelah dua hari proses pemadaman. Namun, kami tetap me­lakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala, karena area yang terbakar merupakan lahan gambut,” ujar Eki Marlinda di Lubuk Basung.

Dalam proses pemadaman, Damkar Agam me­nurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api di titik-titik yang dapat dijangkau kendaraan. Namun, karena akses ke lahan cukup sulit, tim menggunakan mesin pompa air dengan sumber air dari sekitar lokasi untuk memadamkan api secara manual.

Pemadaman api terkendala oleh angin kencang dan suhu panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir, yang membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh Ratna Dewi (63), pemilik lahan sawit, yang langsung melaporkan kejadian ter­sebut ke Damkar Agam. Tim pemadam segera bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas ke area lain.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan, sementara total kerugian masih didata.

Sebagai langkah pen­cegahan, Damkar Agam mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan saat cuaca panas, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Imbauan ini telah disampaikan ke pemerintah nagari setempat agar diteruskan kepada masyarakat guna meminimalisir risiko kebakaran di masa mendatang.

Upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan ini menjadi bukti bahwa koordinasi dan kesiapsiagaan dalam meng­hadapi bencana kebakaran sangat penting. (pry)