METRO SUMBAR

Pohon Besar Tumbang, Jalan Sumbar-Riau Terhambat 1 Jam

0
×

Pohon Besar Tumbang, Jalan Sumbar-Riau Terhambat 1 Jam

Sebarkan artikel ini
pembersihan material pohon— Kalaksa epala BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol bersama anggota, masyarakat dan petugas PLN melakukan evakuasi pembersihan material kayu tumbang di jalan Sumbar-Riau.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba kayu jenis Tarok dengan diameter besar tumbang membelintang di badan jalan Sumbar-Riau, tepatnya di pandakian Tujuh Belas, Ulu Aia, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (6/2) sekitar 08.00 WIB.  Selain membelintang di badan jalan, juga menimpa kabel listrik yang ada dipinggir jalan. Kondisi itu, membuat arus lalulintas kendaraan di jalan raya Sumbar-Riau itu putus total hampir selama satu jam. Be­runtung, ketika kejadian kon­disi arus kendaraan lalu­lintas yang melintas di­lo­kasi pagi itu sedang lengang.

“Memang benar telah terjadi pohon tumbang di jalan Sumbar-Riau tepatnya di pendakian Tujuh Belas, Hulu Aia, dan menye­bab­kan arus lalin tidak bisa lewat sekitar satu jam. Tidak ada korban jiwa da­lam peristiwa itu, karena kondisi lalin ma­sih sepi,” ungkap Polres Lima Puluh Kota, AKBP Syai­f­ul Wachid, melalui Kasat Lantas Iptu Zarwiko Irzal, kepada awak media.

Setelah dilakukan eva­kuasi material kayu dengan sinso hampir satu jam lebih, sekitar pukul 9.20 wib, arus lalin sudah bisa lewat dari dua arah dengan sistim buka tutup, mengingat masih ada pekerjaan pembersihan material ka­yu dan perbaikan kabel listrik yang ikut terkena sehingga mengganggu pengguna jalan. “Arus benar-benar normal kembali sekitar pukul 11.00 Wib,” sebut Kasat Lantas yang mu­dah diakses awal media ini.

Baca Juga  Mahyedi: Tahun Baru, Mulai dengan Semangat Baru

Sementara itu Kepala BPBD Lima Puluh Kota, Rahmadinol, disela-sela melakukan evakuasi bersama anggotanya dan ma­sya­rakat, menyebut bahwa penyebab kayu dengan diameter besar itu tumbang karena akarnya su­dah lapuk. “Memang kondisi cuaca tidak ada hujan dan tidak ada angin kencang, tapi memang karena akar kayu ini yang sudah lapok sebab sudah tua,” sebutnya.

Dia juga menyebut, di­lo­kasi kejadian selain kayu jenis Tarok itu, juga ada Dua kayu besar yang su­dah lapuk berpotensi tumbang dan itu juga dievakuasi untuk menghindari terjadinya potensi gangguan kepada pengguna jalan Sumbar-Riau dimasa yang akan datang. Dan memang potensi jalur Sumbar-Riau mulai dari Lubuak Bangku-Pangkalan rentan terjadi bencana kayu tumbang dan bencana longsor.

Baca Juga  KPU Pessel Siapkan Tim Verifikasi Kelengkapan Adiministrasi Syarat Calon

“Kita himbau kepada masyarakat pengguna ja­lan Sumbar-Riau, untuk selalu berhati-hati dengan bencana baik pohon tumbang maupun longsor yang terjadi. Jangan sampai berhenti di bawah pohon kayu terutama saat hujan dan angin kencang terjadi,” imbaunya.

Salah seorang pengguna jalan Sumbar-Riau me­nye­but, sepanjang jalan Sum­bar-Riau terutama da­ri Lubuak Bangku-Pang­ka­lan banyak pohon kayu dengan diameter besar di pinggir jalan, karena memang hutan. Dan potensi tumbang bisa saja terjadi, baik karena akibat longsor atau angin kencang dan karena uratnya lapuk dimakan usia.

“Memang banyak kayu di pinggir jalan, dan tentu harapan kita kayu-kayu besar yang berpotensi tumbang itu di evakuasi. Dengan begitu bencana pohon tumbang bisa dihindari, termasuk korban jiwa dan kerugian materi lainnya,” harap pengguna ja­lan. (uus)