PADANG, METRO–Kecelakaan maut merenggut nyawa seorang pelajar SMA di Jalan Bypass tepatnya di depan Gudang Bulog, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Selasa sore (4/2). Diduga, pemicu kecelakaan maut itu karena jalan rusak.
Diketahui korban merupakan seorang siswi SMA bernama Dea Nasyara Disti (18) warga Kampung Pinang, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Sedangkan yang dibonceng korban, mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat motor Honda Beat BA 4503 IJ yang dikendarai korban hilang kendali. Motor yang dikendarainya kemudian terjatuh dan korban tergilas oleh ban belakang kiri truk tangki Pertamina Hino BA 9016 IU.
“Korban melaju dari arah Simpang Arai Pinang ke Simpang Pengambiran. Di lokasi kejadian, motor korban hilang kendali karena jalan rusak, sehingga terjatuh dan terlindas truk,” katanya pada Selasa (4/2).
Akibat kejadian ini, korban mengalami cedera kepala berat, pendarahan di telinga, serta luka lecet di leher dan bahu. Korban dinyatakan meninggal dunia di Semen Padang Hospital (SPH).
Sementara itu, penumpang motor Nene Fabion Domi, mengalami luka lecet di tangan kanan dan kaki kiri. Ia saat ini tengah menjalani perawatan di Semen Padang Hospital. Untuk kedua barang bukti sepeda motor beserta truk tangki pertamina serta pengemudinya telah diamankan di Unit Laka Lantas Polresta Padang guna penyelidikan lebih lanjut.
“Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati dan meminta pihak terkait untuk segera membersihkan jalan dari material yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar dia.
Salah satu saksi, Arif, warga yang sering membantu pengendara di sekitar lokasi kejadian, dan Febi, anggota satpam PT CP, kecelakaan itu bukan disebabkan oleh cangkang sawit, melainkan oleh kondisi jalan yang buruk.
“Kalaupun ditemukan pasir dan cangkang di lokasi kecelakaan, itu digunakan warga untuk menutup darah korban, bukan penyebab kecelakaan,” ujar Arif.
Febi menambahkan bahwa kecelakaan serupa sudah sering terjadi di lokasi tersebut akibat lubang besar dan bahu jalan yang terlalu tinggi.
“Hampir setiap minggu ada pengendara yang jatuh di sini, tapi pemerintah daerah tidak pernah peduli. Kecelakaan kemarin bukan karena cangkang dan pasir, tetapi karena jalan berlubang dan bahu jalan yang berbahaya,” kata Febi.
Warga sekitar meminta agar informasi yang beredar diluruskan dan tidak dijadikan alat untuk menyalahkan satu pihak tertentu, seperti pengusaha pengangkut pasir dan cangkang sawit. Mereka berharap pemerintah daerah bertanggung jawab dengan memperbaiki infrastruktur agar kecelakaan tidak terus berulang.
“Jangan hanya mencari kambing hitam. Pemerintah harus introspeksi dan segera memperbaiki jalan agar tidak ada lagi korban jiwa,” ujar seorang warga setempat. (brm)






