METRO PADANG

Andre Rosiade Bantu Keluarga Agen Bus yang Meninggal Terlibat Cekcok di Depan Kampus UNP

0
×

Andre Rosiade Bantu Keluarga Agen Bus yang Meninggal Terlibat Cekcok di Depan Kampus UNP

Sebarkan artikel ini
BERIKAN BANTUAN— Tim Andre Rosiade memberikan bantuan kepada keluarga agen bus yang meninggal terlibat cekcok di depan kampus UNP.

PADANG, METRO–Nila Juwita (39) tampak bahagia menyambut keda­tangan tim Andre Rosiade yang membawa bantuan ke rumahnya di Jalan Ra­nah Dalam I Nomor 18, RT 003 RW 002, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Ke­ca­matan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Ba­rat (Sumbar), Senin (3/2).

Nila merupakan istri dari Yandra Saputra (39), pria yang tewas akibat cekcok dengan sesama agen bus di depan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (17/1) lalu. Peristiwa itu pun sempat viral di media sosial.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya suami ibuk. Kami diutus oleh Pak Andre Rosiade untuk mengantarkan bantuan ini,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sum­bar Nurhaida me­ngan­­tarkan bantuan lang­sung tunai (BLT) dan sem­bako.

Nurhaida yang datang bersama Zulkifli (wakil sekretaris), serta Rina Shintya Ningsih, Felda Yurnawati dan Hendra Afnezola (wakil bendahara) mengaku, jika Andre Rosiade prihatin dengan kejadian yang menimpa keluarga Nila. Andre kemudian dikabari oleh salah seorang kader Gerindra tentang kejadian ini. Andre lalu meminta timnya mengantarkan langsung bantuan ke rumah keluarga

“Nilainya tidak seberapa, tapi paling tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan anak ibuk,” ujar Nurhaida.

Nila menyampaikan uca­pan terima kasih kepada Andre Rosiade yang telah mengirimkan bantuan melalui timnya. “Terima kasih banyak buat Pak Andre. Semoga kebaikan Pak andre dibalas oleh Allah,” ujar Nila.

Nila mengatakan bantuan ini akan digunakan untuk membayar uang kon­trakan yang sudah masuk jatuh tempo serta mem­biayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah ketiga anaknya, Yuri Fathul Aini Oktalina (13), Afina Aini Adelia (10) dan Muhammad Noufal Syaputra (6).

“Uang ini nanti, pertama-tama saya mau bayar kontrakan dulu Rp500 ribu sebulan. Kemudian baru untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan anak sekolah,” terang Nila.

Nila mengaku saat ini dirinya tidak bekerja. Untuk bisa mendapatkan uang, ia punya rencana membuka usaha laundry. “Mau tak mau hidup harus terus ber­­jalan. Sekarang saya belum punya kerjaan. Tapi ada rencana mau buka laun­dry. Soalnya dulu pernah bekerja di tempat laundry 3 tahun,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ang­­gota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade mengatakan bantuan uang tunai dan sembako terus bergulir meski Pemilu dan Pilpres telah selesai. Langkah tersebut, kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR, juga bukti jika Gerindra bukan partai yang hanya bekerja dan ada ketika konstestasi Pemilu. Namun, komitmen berbuat untuk rakyat itu terus dilakukan tanpa henti.

“Kami akan terus mengirimkan bantuan sembako dan uang tunai untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami tak mau janji-janji manis dan ‘omon-omon’, karena itu tujuan sejati Partai Gerindra ini didirikan oleh Bapak Prabowo Subianto. Kami harus bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” tutur Wakil Ketua Komisi VI DPR ini. (r)