SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Tahun 2025 Ini, Sawahlunto Destinasi Wisata Sumbar

1
×

Tahun 2025 Ini, Sawahlunto Destinasi Wisata Sumbar

Sebarkan artikel ini
SALAM MINANG—Gubernur Sumbar Mahyeldi, penjabat Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan dan undangan lain memperagakan salam minang

SAWAHLUNTO, METRO–Kalender Iven Pariwisata Sumbar 2025 diluncurkan. Sawahlunto jadi destinasi wisata Sumbar yang unik. Kalender Iven Pariwisata Sumbar 2025 dilaunching atau diluncurkan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulah di Anjungan Sumatra Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (2/2).

Launching atau peluncuran kalender iven Pariwisata Sumbar itu juga dihadiri Duta Besar negara sahabat untuk Indonesia dari Vietnam, Belarus, Polandia, Rusia, Chile, Bosnia Herzegovina, dan Banglades. Turut juga hadir Pasangan Walikota Sawah­lunto Terpilih Riyanda Putra dan Jeffry Hibatullah.

Penjabat Wali Kota Sawahlunto Fauzan Ha­san, dalam pidatonya me­ngatakan, keunikan Sa­wahlunto terus beradap­tasi dan berinovasi sesuai perkembangan zaman yang menjadi situs wa­risan dunia.

‘Sebagai destinasi wi­sata kita Sawahlunto ber­komitmen menjadi ko­ta yang ramah lingkungan dan mudah dijangkau wi­sa­tawan,” ujar Fauzan.

Dikatakan Fauzan, kalender Iven Pariwisata Sawahlunto di 2025 ini, Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnival (SISSCa) dan Sawahlunto Internasional Musik Festival (SIMfes).

Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah mengatakan, di 2025 provinsi ini mentargetkan 20 kunjungan wisatawan dari 97 iven yang dilaksanakan kota dan kabupaten.  “Iven ini kita harapkan menjadi lokomotif pariwisata Sumbar,’ ucap Mahyeldi.

Kata Mahyeldi bahwa kalender ini dirancang mem­promosikan seni budaya, hasil perajin songket UM­KM, dan berbagai atrak­si menarik di Sumatera Barat. Tema tahun ini adalah “The Uniqueness of Sawah­lunto and The Launch of the West Su­matera Calendar of Events.” “Launcing kalender pariwisata itu, selain pameran Produksi UMKM Sawahlunto diisi dengan penampilan kesenian tradisional Sawahlunto, fashion show dan penampilan talempong botuang,” tutur Mahyeldi. (pin)