PESSEL, METRO – Dibangun sejak tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp6,6 miliar dari APBN, Pasar Rakyat Carocok Anau di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, kini terlihat terbengkalai dan tidak terurus.
Bangunan yang dikerjakan oleh PT. Tasya Total Persada itu kini tampak kusam dan belum dimanfaatkan secara optimal, menimbulkan pertanyaan di kalangan warga.
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat lima pasar rakyat yang dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan dengan total anggaran Rp22,5 miliar.
Beberapa di antaranya adalah, Pasar Batang Kapas (2019) dengan anggaran Rp6 miliar, Pasar Kambang (2017) dengan anggaran Rp5,8 miliar, Pasar Lakitan (2020) dengan anggaran Rp2,4 miliar, Pasar Punggasan (2019) dengan anggaran Rp1,7 miliar, Pasar Carocok Anau Tarusan (2016) dengan anggaran Rp6,6 miliar.
Kondisi Pasar Carocok Anau yang terbengkalai memicu kekhawatiran masyarakat, yang mempertanyakan apakah ada kesalahan dalam perencanaan atau eksekusi proyek pembangunan tersebut.
Ketika ditemui oleh Posmetro pada Minggu (2/1/2025), Hilal, seorang warga Carocok Anau, menyatakan bahwa keberadaan pasar ini sebenarnya memberikan dampak positif terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Namun, sebagai warga, saya bingung mengapa pasar sebesar ini belum bisa dioptimalkan hingga sekarang. Apakah ada yang salah dalam proses pembangunannya? Apakah proyek ini belum selesai?” ujar Hilal.
Hal serupa juga disampaikan Idam, seorang nelayan dari TPI Carocok Painan. Ia berharap ada kejelasan dari pihak terkait mengenai kelanjutan pemanfaatan Pasar Rakyat Carocok Anau.
Kondisi ini menimbulkan harapan dari masyarakat agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengoptimalkan fungsi pasar yang telah menelan anggaran besar ini.
Warga menanti solusi, agar pasar yang telah dibangun tidak sekadar menjadi bangunan kosong tanpa manfaat bagi perekonomian setempat. (rio)






