METRO PADANG

300 Koperasi di Padang sudah Tidak Aktif

0
×

300 Koperasi di Padang sudah Tidak Aktif

Sebarkan artikel ini
Fauzan Ibnovi Kadis Koperasi dan UKM Kota Padang

PADANG, METRO–Pemko Padang berupaya melakukan pembinaan terhadap koperasi yang tidak aktif agar kembali beroperasi. Langkah ini dilakukan dengan fokus pada edukasi, evaluasi, dan pembinaan intensif.

Pasalnya, terdapat 788 koperasi di Kota Padang, namun sekitar 300 di antaranya berada dalam kondisi tidak aktif.

“Kondisi koperasi yang tidak aktif bukan hanya terjadi di Kota Padang, tetapi juga secara nasional. Meski demikian, Pemko Padang memiliki cara-cara strategis untuk mengatasinya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi.

Menurut Fauzan, salah satu penyebab utama koperasi tidak aktif adalah kurangnya pemahaman pengurus, dewan pengawas, dan anggota terhadap prinsip dan pengelolaan koperasi. Banyak yang masih menganggap koperasi seperti arisan, sehingga perlu diberikan edukasi lebih lanjut.

Untuk mengatasi hal ini, Pemko Padang mendorong koperasi yang tidak aktif untuk kembali melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Koperasi yang tidak aktif rata-rata sudah lebih dari 5 tahun tidak melaksanakan RAT. Namun, dengan pembinaan dan dorongan dari Dinas Koperasi, puluhan koperasi kini telah kembali aktif,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi, banyak koperasi terkendala dalam pembuatan laporan keuangan. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM menurunkan tim khusus untuk memberikan pelatihan teknis kepada pengurus koperasi.

Pada 2024, sebanyak 30 koperasi di Kota Padang dinilai sehat berdasarkan hasil evaluasi. Koperasi yang memenuhi kriteria kesehatan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengelolaan yang baik.

Selain itu, Dinas Koperasi juga melakukan evaluasi terhadap kondisi koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam. Persoalan yang ditemukan, di antaranya tingkat bunga atau margin terlalu tinggi, bahkan lebih besar dari bunga bank. Kemudian, keterbatasan unit usaha, yang hanya fokus pada simpan pinjam tanpa diversifikasi usaha lainnya.

Di sisi lain, Pemko Padang berharap koperasi dapat mengembangkan unit usaha mereka ke sektor lain, seperti produksi, jasa, atau kebutuhan konsumen, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.

Langkah-langkah strategis Pemko Padang, seperti edukasi, evaluasi, dan pemberian penghargaan, menunjukkan komitmen dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi.

“Alhamdulillah, beberapa koperasi yang tidak aktif telah kembali beroperasi. Ini merupakan prestasi penting di tahun 2024,” tambah Fauzan. (brm)