METRO PADANG

Gadis Situjuah Tembus Final Uda-Uni Wisata Padang 2025

0
×

Gadis Situjuah Tembus Final Uda-Uni Wisata Padang 2025

Sebarkan artikel ini
TEMBUS FINAL— Chintia Jailani mahasiswi asal Jorong Padang Ambacang, Nagari Situjuah Banda Dalam, Kabupaten Limapuluh Kota, yang kini menetap di Padang, berhasil menembus final ajang Uda-Uni Duta Wisata Kota Padang 2025.

SITUJUAH, METRO–Chintia Jailani mahasiswi asal Jorong Padang Ambacang, Nagari Situjuah Banda Dalam, Kabupaten Limapuluh Kota, yang kini menetap di Padang, berhasil menembus final ajang Uda-Uni Padang. Ajang ini, merupakan ajang bergengsi.

Ajang pemilihan Uni dan Uda Duta Wisata Kota Padang tahun 2025 ber­langsung cukup sengit dengan diikuti ratusan peserta. Setelah melalui sesi penjurian 27-28 Januari 2025, sebanyak 10 pasang finalis diumumkan untuk tampil di malam Grand Final, 1 Februari 2025 men­datang. Chintia masuk 10 finalis tersebut.

Chintia yang saat ini berstatus mahasiswa Uni­ver­sitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol memang dikenal sebagai gadis cerdas. Tak hanya soal akademik, tapi juga soal publik speaking. Dia organisator, dan sudah berkiprah semenjak bangku awal kuliah.

“Doakan yang terbaik ya Uda, mohon support selalu. Ini tak hanya tentang Chintia semata, tapi juga tentang dan harapan orang banyak,” ujar Chintia ketika meminta suport kepada anggota DPRD 50 Kota, Benni Okva Della ( @maharadjo ) yang memang satu kampung dengan Chintia.

Baca Juga  Wawako Padang Ekos Albar, Buka Festival Tikuluak antar Bundo Kanduang se-Kelurahan Parak Laweh

Benni sudah mengenal lama Chintia dan mengakui kecerdasan yang dimilikinya. “Beberapa tahun lalu, Chintia pulang kampung, oleh dosennya Bang Abdullah Khusairi ( @abdullahkhusairi ) diminta bertemu saya. Kami bertemu. Dia gadis yang pintar, dan punya gagasan dalam berkehidupan,” tutur Benni.

Benni yang akrab disapa Bhenz Maharajo mendoakan yang terbaik untuk Chintia. Menurut Benni, Chintia sudah berani mengambil langkah maju dengan mampu menakhlukan dirinya sendiri, untuk kemudian berkiprah di ajang prestisius.

“Ini bukan soal perlombaan semata, tapi tentang keberanian untuk maju, menakhlukan diri sendiri dan bertarung dengan orang banyak. Ini soal mental, dan mental Chintia adalah mental Situjuah. Mental petarung! Juara atau tidak, Chintia sudah membuat bangga orang kampungnya. Semangat Situjuah Bangkit telah tersemat di dadanya. Yes we can,” ungkap Benni.

Bhenz berharap Chintia mampu jadi trigger kebangkitan kaum muda Situjuah di berbagai bidang. Perubahan di tangan anak muda adalah suatu keniscayaan. “It’s time perubahan, it’s time Situjuah Bangkit,” tegas Benni yang me­ru­pakan Ketua Fraksi Nasdem DPRD 50 Kota sekaligus Ketua Komisi II yang membidangi kepemudaan.

Baca Juga  BPJN III Padang Respon Cepat, Jalan Mandeh Amblas Segera Dibenahi

Di lain waktu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pa­dang Yudi Indra Syani me­nye­butkan, 10 pasang finalis yang terpilih akan me­ngi­kuti pembekalan ka­ran­tina pada 30-31 Januari 2025 sebelum tampil di malam puncak.

“Untuk semua kegiatan baik pembekalan, karantina, hingga grand final kita langsungkan di Hotel Mercure,” sebutnya.

Yudi membeberkan, sa­at dikarantina para finalis mendapatkan pembekalan diantaranya terkait kepribadian dan public speaking, ke­protokolan, performan­ce dan self branding, serta make up class, kerjasama tim, hingga pembekalan tentang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Selain itu para finalis juga akan mengikuti pembekalan tentang adat seni dan budaya, manfaat konsumsi makan ikan, kesehatan reproduksi HIV dan TB, dan masih banyak lagi lainnya. Di malam grand final akan ditentukan pasangan the winners Uni dan Uda Duta Wisata Kota Padang 2025, disusul untuk posisi juara dua dan tiga, dan Uni dan Uda di sejumlah kategori,” bebernya. (*)