METRO PADANG

Volume Sampah Melonjak, DLH Kota Padang Terkendala Armada Angkut

0
×

Volume Sampah Melonjak, DLH Kota Padang Terkendala Armada Angkut

Sebarkan artikel ini
BERSIHKAN SAMPAH— Sejumlah pasukan kuning goro membersihkan sampah-sampah yang diletakkan warga di dekat TPS dan kontainer sampah, di belakang Polsek Kototangah, Kamis (30/1) pagi.

PADANG, METRO–Persoalan sampah di Kota Padang semakin meng­khawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyebut volume sampah yang dihasilkan warga terus meningkat, namun tidak diimbangi dengan kapasitas dan armada pengangkutan yang memadai.

Saat ini, DLH Kota Pa­dang terus berupaya menjaga kebersihan kota mes­kipun terkendala keterbatasan armada dan peralatan. Menurut Kepala DLH Kota Padang Fa­delan Fitra Masta, tahun 2025 ini Kota Padang hanya mendapatkan tambahan satu unit mo­bil amrol dari dana APBD, serta 13 unit bak kontainer.

“Saat ini kami memiliki 29 unit dump truk, 43 unit truk amrol, dan 208 kontainer. Namun, untuk memenuhi kebutuhan ideal, kami masih memerlukan tambahan 70 bak kontainer dan 10 truk amrol,” ungkap Fadelan, Rabu (29/1).

Baca Juga  Di Padang Barat, 4 Warga Terpapar Covid-19, Eri: Pasien Isolasi Mandiri di Rumah

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Pemko Padang tengah mengupayakan tam­bahan armada melalui dana CSR dari BUMD dan BUMN.

“Dengan anggaran terbatas, kami tetap berkomitmen menjaga kebersihan Kota Padang. Oleh karena itu, kami mengupayakan bantuan dari pihak ketiga, karena kebersihan kota ini adalah tanggung jawab bersama,” kata Fadelan.

Selain kendala armada, Kota Padang juga menghadapi lonjakan volume sampah. Dengan terbentuknya Lembaga Pengelola Sampah (LPS) dan kontrak kerja yang dimulai Januari 2025, jumlah sampah diperkirakan meningkat 15 persen, dari 460 ton per hari menjadi 500 ton per hari.

“Masyarakat kini lebih banyak membuang sampah ke tempat yang semestinya, bukan lagi ke sungai atau dibakar,” jelas Fadelan.

Baca Juga  HUT ke-27, SMAN 13 Gelar Tasspo Competition 3, Memadukan Lomba Tilawah Al Quran, Seni, Sains dan Olahraga

LPS juga berperan aktif dalam mengangkut sampah langsung dari rumah warga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yang turut menyumbang peningkatan volume sampah yang dikelola.

Fadelan juga meng­ung­kapkan bahwa tambahan becak motor (betor) dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD kini tidak lagi disalurkan melalui DLH, melainkan langsung ke LPS di masing-masing kelurahan.

“Betor langsung diserahkan oleh anggota dewan ke LPS di dapil mereka masing-masing,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan sampah dari lingkungan warga ke TPS, sehingga semakin mengurangi sampah yang di­buang sembarangan. (brm)