JAKARTA, METRO–Dari lanjutan liga yang terselenggara di seluruh benua, terdapat beberapa pemain diaspora Indonesia yang sedang memperebutkan tempat dan mengembangkan keahlian sepak bolanya bersama masing-masing tim yang dinaungi. Di antaranya adalah Pratama Arhan dan Justin Hubner.
Pratama Arhan yang saat ini bergabung dengan Bangkok United meraih kemenangan 3-0 dari Nongbua Pitchaya di lanjutan babak 32 besar dalam kompetisi Piala FA Thailand. Meskipun turun sebagai pemain cadangan di menit ke-81, ini adalah laga keempat Arhan sebagai pemain Bangkok United.
Pratama Arhan sempat merasakan 13 menit pertandingan yang tersisa dan bermain sebagai posisi gelandang kiri. Hasil yang diterima oleh Bangkok United ini membuat tim melaju ke babak 16 besar Piala FA Thailand. Sebelumnya, Arhan juga telah menjalani laga dari bangku cadangan kala Bangkok United bermain imbang 1-1 dengan Nakhon Pathom FC.
Hal berbeda ditunjukkan oleh rekan satu tim Pratama Arhan di Timnas Indonesia, Justin Hubner yang sedang menjalani karir di tim muda Wolverhampton Wanderers. Dalam dua laga beruntun, Justin Hubner dipercaya sebagai pemain utama ketika menjamu tim muda kuat Manchester City dan Atrincham.
Saat menjamu Manchester City muda di kompetisi Premier League 2, Wolverhampton berhasil membukukan kemenangan penting dengan mencetak tiga gol balasan, setelah tertinggal 1-0 di babak pertama. Tiga gol tersebut dilesakkan oleh Dani Angel dan dua gol dari Tawanda Chirewa.
Dengan kemenangan 3-1 yang berhasil dibukukan, membuat posisi Wolverhampton Wanderers di Premier League 2 menempati posisi 10 dengan koleksi 31 poin. Namun, penampilan bek muda tersebut ternodai di penampilan berikutnya, setelah Wolverhampton Wanderers harus tunduk di ajang National League Cup dari Altrincham tim divisi 5.
Pasalnya kekalahan tersebut didapat setelah pemain belakang Alfie Pond mendapatkan kartu merah sejak menit ke-33 dan membuat permainan Wolverhampton Wanderers menjadi tidak seimbang. Pada laga tersebut, Justin Hubner bermain sebagai bek kiri sampai pada pertengahan babak kedua, posisinya bergeser menjadi bek tengah.
Berikutnya, skuad asuhan James Collins tersebut akan melakukan laga kandang menjamu Sunderland di lanjutan Premier League 2. Jika mampu mengalahkan Sunderland di laga tersebut, Wolverhampton dapat menjaga jarak dengan papan atas klasemen sementara Premier League 2 menempel posisi Sunderland yang ada di posisi 7 klasemen.
Di sisi lain, diaspora asal Indonesia yang sempat kehilangan tempat di akhir masa kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, yaitu Elkan Baggott bermain solid saat Blackpool menjamu Lincoln City di League One Inggris, atau kasta ketiga sepak bola Inggris. Ini adalah laga ketujuh Baggott bersama Blackpool.
Dalam laga kontra Lincoln City, Elkan Baggott melakukan clearence yang paling banyak sepanjang laga dibanding pemain lain, sebanyak 13 clearence. Selain itu, Baggott juga sempat membantu gawang Blackpool dari kejebolan dengan melakukan satu blok pada shoot yang diarahkan langsung menuju kiper.
Dengan postur tingginya, Elkan Baggott juga berhasil memenangkan lima dari tujuh duel area yang dilakukan dengan pemain Lincoln City. Elkan Baggott sempat mengalami cedera, namun setelah kembali dirinya dapat tetap menunjukkan kualitas dan konsistensi yang harus dimiliki oleh seorang bek tengah, bahkan membuahkan satu assist.
“Harus diberi kesempatan lagi. Bagaimanapun Elkan Baggott ini termasuk gelombang diaspora yang awal masuk timnas, dia tidak pikir panjang langsung pilih indonesia,” cuit akun sukasuka menanggapi performa apik Baggott. Hal ini dikarenakan nama seperti Mees Hilgers, Kevin Diks, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho sudah memenuhi kedalaman bek tengah skuad timnas Indonesia. (jpg)





