JAKARTA, METRO–Mike Tullberg menjadi tukang racik strategi Borussia Dortmund ketika menang 3-1 atas Shakhtar Donetsk di matchday 8 fase grup Liga Chmapions Kamis (30/1) dini hari di Signal Iduna Park, Dortmund.
Tiga poin itu memastikan Dortmund finis posisi 10 dan melangkah ke babak 24 besar Liga Chanpions. Tim juara Liga Champions 1996-1997 itu akan berpotensi menghadapi Sporting Lisbon atau Club Brugge di babak berikutnya.
Akan tetapi di fase berikutnya Dortmund akan ditangani pelatih yang berbeda. Seperti diberitakan DAZN Dortmund akan ditangani eks pelatih Bayern Munchen Niko Kovac per Minggu (2/2) mendatang.
“Kami telah mencapai kesepakatan yang fundamental dengan Niko (Kovac). Dia akan bersama tim dalam waktu dekat,” ujar CEO Olahraga Dortmund Lars Ricken.
Kovac tak akan datang sendiri. Dia akan membawa saudaranya Robert Kovac sebagai asisten pelatih. Serta analis pertandingan Filip Tapalovic.
Niko Kovac sendiri tanpa klub sejak awal tahun lalu lalu. Sebab pada Maret 2024, pria berusia 53 tahun itu ditendang VfL Wolfsburg.
Masuknya Kovac menggantikan Nuri Sahin disebut The Athletic akan memberikan dampak bagus. Sebab Kovac dikenal sebagai pelatih dengan konsep bertahan yang rigid.
“Karena selama bermain dia (Kovac) tak membela Dortmund, pasti dia akan sangat berlainan soal filosofi dengan pelatih sebelumnya (Nuri Sahin, Red) yang ketika main bersama Dortmund,” tulis The Athletic.
Meski demikian justru konsep Kovac yang njlimet tentang pertahanan memberikan wawasan baru bagi pemain. Sebab di Bundeliga, sejak pergantian kalender Dortmund belum menang 1 kali pun.
Selain itu, Kovac punya kemampuan ciamik dalam mengorbitkan pemain-pemain muda. Diantaranya Aurelien Tchouameni (Real Madrid), Felix Nmecha (Dortmund), Micky Van der Ven (Tottenham), dan Omar Marmoush (Manchester City). (jpg)






