METRO PADANG

Pemprov Usulkan Program Pertanian Cerdas untuk Milenial

0
×

Pemprov Usulkan Program Pertanian Cerdas untuk Milenial

Sebarkan artikel ini
Medi Iswandi Kepala Badan Bappeda Sumbar

SUDIRMAN, METRO–Pemprov Sumbar telah mengusulkan konsep per­tanian cerdas (smart farming) dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sektor pertanian dengan fokus pada generasi milenial.

Kepala Badan Peren­ca­naan Pembangunan Da­erah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi, menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian Sum­bar, dengan kontribusi se­besar 22 persen terhadap PDB provinsi tersebut.

“Program strategis per­­tama kami terkait sek­tor pertanian karena pe­ran­nya yang sangat signi­fikan bagi perekonomian Sumbar,” ujar Medi Is­wan­di, Selasa (28/1).

Sebagai sektor yang sangat strategis, Bappeda berencana mengembangkan konsep pertanian cerdas yang menyasar generasi milenial. “Generasi milenial sangat akrab dengan teknologi, dan kami yakin mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan penerapan pertanian cerdas ini,” tambahnya.

Untuk mewujudkan kon­sep ini, Bappeda menyarankan pengembangan inovasi dan aplikasi tek­nologi yang relevan dengan pertanian modern. Selain itu, dalam dokumen RKPD 2026 juga akan digagas program “sawah pokok murah” yang mengusung teknologi hijau untuk pengelolaan tanaman hortikultura.

Program ini diharapkan dapat menarik minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian dan membantu mewujudkan pertanian cerdas di Sumbar.

Program Strategis

Di sisi lain, Medi Iswandi, menyampaikan bahwa ada beberapa program prioritas yang akan diimplementasikan di Sumbar. “Ada beberapa program stra­tegis dan prioritas yang kita usulkan dan akan diimplementasikan,” kata Medi.

Pertama, Pemerintah Provinsi Sumbar akan fo­kus pada pengelolaan dan pengem­bangan sektor per­tanian, yang menjadi ung­gulan utama dengan kontribusi terhadap produk do­mes­­tik regional bruto (PDRB) mencapai 22 persen.

Kedua, Bappeda Sumbar berencana untuk me­ng­integrasikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri skala kecil ke dalam hilirisasi sektor pertanian. Salah satu upayanya adalah mendorong UMKM untuk berperan dalam program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat.

“Kami ingin UMKM di Sumbar dapat memasok berbagai kebutuhan makan bergizi gratis yang berhubungan dengan sektor pertanian,” ujarnya.

Selain itu, dalam RKPD 2026, Bappeda Sumbar me­nargetkan agar UMKM dapat berorientasi pada ekspor, dengan komoditas seperti bumbu rendang dan produk turunan gambir yang memiliki potensi pasar internasional. Sektor pariwisata juga menjadi program prioritas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Medi Iswandi menambahkan, dalam pengembangan pariwisata, Sumbar akan fokus pada konsep community-based tou­rism (CBT) yang melibatkan masyarakat lokal. Konsep ini berbeda dengan model pariwisata industri besar dan mewah yang hanya menguntungkan sebagian pihak. “Kami ingin ke de­pan wisata di Sumbar lebih banyak dikelola oleh desa wisata atau kelompok sadar wisata,” ungkap Medi. (fan)