METRO SUMBAR

HUT Dharma Samudera Diwarnai dengan Tabur Bunga ke Laut, Danlantamal: Bentuk Penghargaan dan Penghormatan pada Pahlawan TNI AL  

0
×

HUT Dharma Samudera Diwarnai dengan Tabur Bunga ke Laut, Danlantamal: Bentuk Penghargaan dan Penghormatan pada Pahlawan TNI AL  

Sebarkan artikel ini
Bentuk Penghargaan dan Penghormatan pada Pahlawan TNI AL
TABUR BUNGA— Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung, menabur bunga di atas Geladak Kapal Perang Republik KRI Kalahitam (KRI -KLH 828) yang lagi sandar di Dermaga Perikanan Nusantara Bungus Kota Padang, Rabu (15/1).

PADANG, METRO–Komandan Pangkalan Utama TNI AL Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada U­pacara Tabur Bunga di atas geladak Kapal Perang Republik KRI Kalahitam (KRI -KLH 828) yang lagi sandar di Dermaga Perikanan Nusantara Bungus kota Padang.

Upacara tabur bunga merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para pahlawan dan pendahulu TNI Angkatan Laut yang telah me­ngorbankan jiwa dan raganya demi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI ini. Upacara juga di hadiri pejabat utama Lantamal II dan Instansi Maritim di kota Padang.

Sedangkan upacara da­lam Rangka Memperingati Hari Dharma Samudera di Lapangan Apel Mako Lantamal II, bertindak Selaku Inspektur  Upacara (Irup) Wadanlantamal II Kolonel Laut (P) Mulyadi S.E.,CRMP ,M.Tr.Opsla.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr. Opsla., yang dibacakan oleh Irup mengatakan , bahwa masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk menjaga integritas dan keutuhan wilayah telah ditunjukkan diberbagai peristiwa pertempuran laut sepanjang perang kemerdekaan.

Baca Juga  Kader Golkar Kembali Ketuai DPRD Solsel

Setelah perang kemerdekaan, perjuangan tetap dilaksanakan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia, salah satu peristiwa yang akan terus dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia adalah pertempuran Laut Arafuru pada tanggal 15 Januari 1962.

Kisah kepahlawanan ini telah menjadi catatan tinta emas dalam lembar sejarah perjalanan bangsa. Pekik “kobarkan semangat yang digaungkan oleh Komodor Yos Sudarso, menggambarkan jiwa patriotisme dan semangat pantang menyerah dari para pah­lawan yang akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh generasi dalam me­lanjutkan perjuangan me­ngisi kemerdekaan.

Dikatakan Sarimpunan Tanjung. gugurnya Komodor Yos Sudarso dan se­jumlah putra terbaik Angkatan Laut pada pertempuran Laut Arafuru tersebut, kemudian menjadi sentimen nasional perekat tekad bangsa Indonesia merebut Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi.

Peristiwa ini kemudian menjadi momentum peri­ngatan semua pertempuran laut yang hari ini kita peringati sebagai Hari Dharma Samudera.

Baca Juga  Dapat Restu DPC dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, M. Yusuf Abit Siap Maju di Pilkada Pessel

“Kapanpun negara me­manggil TNI Angkatan Laut akan selalu siap mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan bangsa. Kita tidak akan mundur satu yard pun demi tegaknya kedaulatan negara di se­tiap jengkal laut nusantara,” tegas Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung, seperti  dalam amanat Kasal yang dibacakan.

“TNI Angkatan Laut yang saya cintai dan saya banggakan, dari sejarah dan keteladanan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertempuran Laut Arafuru, terdapat banyak nilai berharga yang dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai seperti patriotisme, yang tercermin dalam kecintaan mereka terha­dap tanah air yang melebihi kepentingan pribadi, menjadi salah satu pelajaran penting,” ujarnya.

Peserta upacara terdiri dari Satuan Musik Lantamal II, Pleton Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, De­putasi Pamen Lantamal dan Kasatker Lantamal II. (ped)