PADANG, METRO–Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, melakukan reses masa sidang II Tahun 2025, pada tanggal 5 sampai 9 Januari di Dapil IV (Lubukbegalung dan Bungus Teluk Kabung). Jupri menjemput aspirasi warga di Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Gang Seroja, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX dan Perumahan Farensa II Batu Kasek, Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX.
Warga Perumahan Farensa II, Aldo mengatakan, reses dari anggota DPRD Padang Jupri, diharap membawa banyak manfaat kebaikan untuk kemajuan daerahnya.
“Kita berharap usulan yang disampaikan bisa ditindaklanjuti. Kami telah menyampaikan aspirasi di Batu Kasek waktu itu. Alhamdulillah, di Perumahan Farensa II khususnya dan umumnya Batu Kasek, untuk akses jalan dan drainase langsung menyalurkan aspirasi dari warga,” ujar Aldo.
Selain itu kata Aldo, anggota DPRD Jupri juga bergerak cepat membantu pembangunan lapangan. “Ini juga tidak lepas bantan dari Jupri Mak Adang. Cepat tanggap dan aksinya sungguh gesit. Kami puas sekali,” kata Aldo, berharap persoalan pembangunan mulai betonisasi jalan, drainase, pemberdayaan, UMKM, dan sarana bisa diperjuangkan.
Mewakili Lurah Pangambiran Ampalu, Junaidi, mengatakan pihak kelurahan meminta kepada masyarakat untuk bisa mengusulkan apa saja dibutuhkan, mulai dari Infrastrukur, pemberdayaan, UMKM.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri mengatakan reses merupakan wadah untuk menjemput aspirasi masyarakat, mulai dari tinglat RT dan RW. “Saat ini saya turun di Perumahan Farensa II, karena bagi kami Farensa II tidak asing lagi. Selain itu juga kita melakukan reses di Tanjung Saba, Piai Tanah Sirah. Terima kasih juga atas dukungan yang memberikan amanahnya dan telah menghantarkan sebagai wakil Ketua DPRD Kota Padang,” kata Jupri Mak Adang.
“Insya Allah mana bisa yang cepat kita lakukan maka kita akan lakukan segera, seperti jalan, drainase itu bisa cepat dan Balai Pemuda kita akan letakan kegiatan di kecamatan,” sebut Jupri.
Menurut Jupri, sebagian besar warga mengusulkan penanganan masalah banjir yang menjadi persoalan ketika hujan deras.
Selain itu, juga ada yang meminta pelebaran jalan, aspal ulang karena jalan sudah mulai rusak, betonisasi, penangulangan banjir yang diakibatkan akses air tertutup. Pembangunan TPQ, bantuan modal usaha, sound system untuk kebutuhan senam, renovasi mushalla, pembukaan kases jalan baru dari pematang sawah sepanjang 100 meter.
“Kita akan turun melihat langsung, untuk itu bantuan mushalla dan masjid harus ada SK pengurus dari Kemenag dan buatkan propasal dan tanah ada hibah dan hak milik mushalla dan masjid. Sedangkan untuk kelompok usaha bersama harus nomor induk usaha bersama,” tutur Jupri Mak Adang. (ped)





