METRO SUMBAR

Kejar Target Realisasi DAK dan DAU, Sekda: Jangan Ada Lagi Istilah Santai di Awal Tahun

0
×

Kejar Target Realisasi DAK dan DAU, Sekda: Jangan Ada Lagi Istilah Santai di Awal Tahun

Sebarkan artikel ini
RAPAT REALISASI KEGIATAN— Sekda Sijunjung Dr.Zefnihan saat rapat menegaskan kepada seluruh jajaran OPD dan stakeholder untuk mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di awal tahun 2025.

SIJUNJUNG, METRO–Memasuki awal tahun 2025, Pemkab Sijunjung langsung tancap gas de­ngan menggelar rapat persiapan percepatan pelaksanaan kegiatan pemba­ngunan baik anggaran yang bersumber dari DAK maupun DAU.

Langkah ini diambil oleh Pemkab Sijunjung agar menjadi atensi bagi seluruh OPD dan stakeholder terkait untuk tidak menunda-nunda pelaksa­naan kegiatan pembangu­nan yang telah direncanakan di tahun 2025.

Rapat yang dilaksanakan di Operation Room Kantor Bupati Bupati Sijunjung itu dipimpin langsung oleh Sekda Dr.Zefnihan, AP, M.Si pada Kamis (2/1).

Rapat tersebut juga diikuti oleh Asisten II,  Kepala BKAD, dan Kepala OPD serta Kepala Bagian di Lingkup Sekretariat Dae­rah, Direktur RSUD Ahmad syafi’i Ma’arif, maupun stakeholder lainnya.

Baca Juga  Positivity Rate Covid-19 Sumbar Terendah di Indonesia

Pada kegiatan itu, Sekda Zefnihan menegaskan agar pembangunan dan pelayanan terhadap ma­syarakat cepat terpenuhi, tidak menunda-nunda de­ngan alasan masih di awal tahun.

“Semua perencanaan maupun revisi perenca­naan pembangunan yang sudah diagendakan agar bisa selesai pada tanggal 24 Januari mendatang, dan tanggal 27 Januari sudah bisa melakukan tahapan selanjutnya,” tutur Sekda Sijunjung.

Pihaknya memberikan atensi agar seluruh jajaran OPD bisa melakukan perubahan pola kinerja agar realisasi pembangunan daerah bisa segera dirasakan masyarakat.

Baca Juga  Generasi Sehat Sambut Indonesia Emas 2045, MAN 1 menjadi Lokasi Pencanangan Gerakan Nasional Bergizi

“Paradigma selama ini kalau di awal tahun kegiatan pembangunan belum ada yang mulai, ini harus dirubah. Karena kita selalu menekankan jangan me­nunda-nunda untuk mulai­nya kegiatan. Dari awal tahun harus dikebut,” tegas Sekda Zefnihan.

Lambatnya perenca­naan akan berdampak pada waktu dimulainya realisasi kegiatan. “Sehingga nanti pelaksanaannya je­las, tepat waktu dan tentu akan segera dirasakan ma­syarakat manfaatnya. Ja­ngan malah nanti di waktu deadline semuanya terburu-buru, ini yang harus dirubah,” ungkapnya. (ndo)