LIMAPULUH KOTA, METRO – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/3) sekitar Pukul 16.00 WIB. Akibatnya, bahu jalan penghubung Payakumbuh-Lintau di Jorong Tarok, Nagari Andaleh, Kecamatan Luhak longsor.
Badan jalan juga retak, sehingga membuat arus lalin hanya bisa dilalui satu arah. Kemudian kayu tumbang juga terjadi di Jorong VIII Kampuang, Nagari Sungai Kamuyang, akibatnya 1 ternak mati tertimpa reruntuhan pohon.
Kemudian akibat saluran tertutup menyebabkan air menggenangi kolom ikan masyarakat di Jorong Tarok, Nagari Andaleh. Tingginya curah hujan juga membuat sawah masyarakat sekitar terendam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat longsor membuat arus lalin terganggu.
”Memang intensitas hujan pada Sabtu membuat bahu jalan Payakumbuh-Lintau longsor, kemudian badan jalan mengalami retak sehingga arus lalin hanya bisa dilalui satu arah dengan sistem buka tutup. Kemudian juga terjadi kayu tumbang yang menimpa ternak,” sebut Kepala BPBD Lima Puluh Kota H.Jhoni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmadinol.
Dibantu Pemuda Nagari Andaleh, arus lalu lintas bisa lancar dengan sistim buka tutup. Sementara TRC BPBD Limapuluh Kota langsung melakukan evakuasi terhadap ternak masyarakat yang mati akibat tertimpa reruntuhan pohon tumbang disebabkan angin kencang disertai hujan lebat.
”Pemuda setempat membantu kita melakukan pengaturan arus lalin. Kemudian kita juga melakukan evakuasi ternak masyarakat yang ditimpa pohon. Kemudian juga melakukan pantauan dan koordinasi dengan Dinas PUPR Propinsi, PPTK Ruas Jalan Payakumbuh-Lintau, kemudian juga berkoordinasi pemerintah nagari Sungai Kamuyang dan Nagari Andaleh,” sebutnya.
BPBD Limapuluh Kota berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG melihat bahwa potensi hujan disertai angin kencang, petir dan kilat berpotensi terjadi di Limapuluh Kota dan beberapa daerah lain di Sumatera Barat.
”Potensi curah hujan disertai kilat, petir masih akan terjadi di Lima Puluh Kota. Maka untuk itu kita meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terutama yang tinggal di daerah aliran sungai, perbukitan dan dekat pohon kayu,” pintanya. (us)





