BERITA UTAMA

Penebang Kayu Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

0
×

Penebang Kayu Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

Sebarkan artikel ini
TERGANTUNG— Jenazah penebang kayu yang ditemukan tergantung di pohon kelapa di Nagari Kudu Ganting Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO–Tragis, seorang pria yang bekerja sebagai penebang kayu ditemukan meninggal dunia da­lam posisi tergantung di atas pohon kelapa setinggi puluhan meter di Nagari Kudu Ganting Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman.

Peristiwa ini terjadi saat kor­ban bernama Nasrul sedang men­jalankan pekerjaannya. Sontak saja, warga setempat dibuat he­boh dan berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikannya. Bahkan, untuk mengevakuasi kor­ban, membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran jasad korban berada di ketinggian puluhan meter.

Wali Nagari Kudu Gan­ting, Muhammad Sayuti, menyebut korban meninggal secara tiba-tiba saat berada di ketinggian dan menebang pohon kelapa. Saat bekerja, korban menggu­nakan tali pengaman, sehingga jasadnya tergantung di batang pohon kelapa.

“Beruntung jasadnya tidak jatuh ke bawah. Posisi korban saat ditemukan dengan kepala mengarah ke bawah, sementara tubuhnya masih terikat tali pengaman,” ujar Sayuti, Selasa (17/12).

Setelah kejadian, kata Sayuti, petugas dan warga setempat segera melakukan proses evakuasi begitu jasad korban diketahui tergantung di atas pohon. Menurutnya, proses eva­kuasi memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar tiga jam, mengingat medan yang sulit dan ketinggian pohon.

“Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari. Petugas bersama war­ga bekerja keras menurunkan tubuh korban, dan akhirnya berhasil dibawa ke bawah. Setelah itu, je­nazah korban dievakuasi dari lokasi,” jelas Sayuti.

Sayuti menjelaskan, menurut informasi yang didapatkannnya, beberapa hari sebelum kejadian nahas ini, korban sempat mengeluhkan pusing kepala. Meski begitu, pada hari itu, korban masih saja tetap bekerja hingga akhirnya meninggal saat berada di atas pohon.

“Korban bekerja seperti biasa dengan menggu­nakan tali pengaman. Namun diduga korban merasa pusing saat berada di atas pohon, yang kemudian menyebabkan korban meninggal dunia,” tambah Sayuti.

Setelah berhasil dieva­kuasi, jasad Nasrul langsung dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun, pihak tenaga medis memastikan bahwa Nasrul telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan me­ngim­bau pekerja di bidang serupa untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan sebelum bekerja, terutama da­lam pekerjaan yang beri­siko tinggi seperti mene­bang pohon,” tutupnya. (ozi)