BERITA UTAMA

Afgan Meriahkan Minang United Festival Milenial 2019, Milenial Sumbar Bangkit untuk Indonesia

0
×

Afgan Meriahkan Minang United Festival Milenial 2019, Milenial Sumbar Bangkit untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Ribuan kaum milenial dan masyarakat Kota Padang tumpah ruah di Danau Cimpago Kota Padang, Sabtu malam (23/3). Mereka berkumpul menyaksikan Minang United Festival Milenial 2019, yang diselenggarakan Harmoni Indonesia.
Minang United Festival Milenial 2019, dimulai sejak siang harinya. Panggung besar bagi kaum milenial ini menghadirkan banyak kegiatan. Di antaranya, menghadirkan, food festival, pasar kejut, gerai sehat, virtual reality, edutainment, sembako murah, bhakti sosial donor darah dan berbagai kreativitas kaum milenial. Juga ada ngobrol asyik bareng Youtubers, Ria Ricis
Malam harinya, kaum milenial juga dihibur dan dimanjakan dengan atraksi pencak silat, doorprize menarik seperti handphone, laptop, sepeda hingga umroh. Tidak hanya itu, ribuan kaum milenial juga dihibur oleh artis milenial ibukota, Afgan, Pee Wee Gaskins, serta Shaggydog. Kehadiran dua artis ibukota dengan lagu yang benar-benar menyentuh hati itu, benar-benar membuat histeris kaum milenial.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Tokoh Ulama Sumbar, Buya Masoed Abidin, Kapolda Sumbar, Irjend Pol Fachrizal, Tokoh dan Sesepuh Minang Dubes Chekoslovakia, Aulia Rahman, Fahmi Idris, Firdaus HB, dan bupati dan walikota.
Ketua Umum Harmoni Indonesia, Firdaus Ali mengatakan, Minang United Festival Milenial 2019 tempat berkumpulnya milenial. Milenial merupakan generasi harapan bangsa. Tumpuan negara ke depan. Karena itu, milenial harus memiliki semangat belajar, agar bisa mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia ke depan.
Minang United Festival Milenial 2019 dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Desain acara ini spesial dilaksanakan di kawasan objek wisata Danau Cimpago, Pantai Padang. Sehingga, tamu dan pengunjung yang datang, konsumsinya disediakan oleh warung, kafe, rumah makan yang ada di sepanjang Danau Cimpago.
Putra asli Batusangkar Kabupaten Tanah Datar itu mengungkapkan, dirinya meninggalkan Sumbar tahun 1981 silam. Saat itu, Sumbar menjadi provinsi nomor dua termaju di Pulau Sumatera. Namun, seriring berjalannya waktu, roda pun berputar. Provinsi Sumbar ditinggalkan oleh daerah lain yang dulunya jauh tertinggal.
Dalam sejarahnya, Firdaus mengungkapkan, hampir semua pahlawan tokoh nasional, photonya banyak yang memegang senjata di tangan. Tapi tokoh pahlawan nasional dari Sumbar, photonya hanya memakai peci. Ini menunjukan kehebatan orang Minang itu ada di otaknya.
“Kemerdekaan negeri ini, diperoleh oleh Bapak Bung Hatta, sebagai proklamator,” ungkapnya.
Kehebatan orang Minang itu, tidak hanya diakui di seluruh Nusantara tetapi juga mancanegara. Tahun milenial ini saatnya bangkit lagi. Lima sampai 10 tahun lagi, Provinsi Sumbar akan selevel dengan Provinsi Sumut dan Sumsel. “Karena itu, kami gagas Minang United yakni Minang bangkit. Untuk membangkitkan batang tarandam, bangkitkan semangat bersama,” harapnya.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, melalui Minang United Festival Milenial 2019, dapat menyatukan satu pendapat, ide dari kaum milenial di Sumbar, untuk dapat sukses mencapai cita-cita ke depan. Selain itu, dengan adanya Minang United Festival Milenial 2019 yang dilaksanakan di Pantai Padang, berdampak peningkatan pendapatan pedagang di sepanjang kawasan pantai ini.
“Pedagang di sini dapat meraup untung besar. Pemprov Sumbar mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara untuk generasi muda ini. Kita jangan mundur lagi ke depan tapi harus maju harus menjadi nomor satu di Sumatera. Milenial Sumbar harus bangkit untuk Indonesia ke depan,” ujar Nasrul Abit.
Tokoh Minang, Fahmi Idris mengatakan, kemajuan Sumbar sebagai tergantung kepada generasi muda saat ini. Termasuk juga menentukan nasib bangsa dna negara jelang pelaksanaan pemilu 2019 ini. Fahmi Idris tidak menghendaki adanya perselisihan dan perseteruan jelang pemilu tahun ini. Jangan sampai masyarakat Sumbar terpancing untuk menimbulkan konflik. “Yang terjadi 17 April kehendak rakyat untuk memilih pemimpin dan wakil rakyatnya. Kita akan memilih presiden kita yang akan datang. Kampung kita Sumbar kampung yang religius,” ajaknya.
Tokoh Ulama Sumbar, Buya Masoed Abidin mengatakan, istilah milenial disebut dengan muda dan remaja yang pada hari ini dan zaman ini, dan akan menjadi pemimpin masa depan.
“Mudah-mudahan milenial tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin. Seperti yang sudah diperlihatkan pendiri bangsa dan negara ini dahulunya,” harapnya.
Masoed menambahkan, hadirnya Minang United merupakan gerakan Minang bersatu. Menurutnya, Minang bersatu hanya bisa terwujud jika saling menghormati, menjaga dan melindungi. “Di Minang dikenal dengan istilah hidup badunsanak. Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Jangan bertolong-tolongan dalam kebohongan, dosa dan fitnah. Insya Allah, negeri kita aman dan damai,” ujarnya. (fan)

Baca Juga  Butuh Rp. 75 Miliar untuk Penanganan Virus Corona di Pessel