BERITA UTAMA

Belanda VS Jerman, Belanda di Atas Angin

0
×

Belanda VS Jerman, Belanda di Atas Angin

Sebarkan artikel ini

Belanda akan menjamu sang rival Jerman di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Senin (25/3). Ini adalah pertandingan kedua Belanda di kualifikasi EURO 2020 Grup C, sedangkan bagi Jerman ini adalah yang pertama.
Belanda sudah start terlebih dahulu. Pada pertandingan pertama mereka, tiga hari sebelum duel kontra Jerman ini, Belanda menghabisi Belarusia 4-0. Pasukan Ronald Koeman memenangi laga di Rotterdam itu lewat dua gol Memphis Depay (1 penalti) serta masing-masing satu gol Georgino Wijnaldum dan kapten Virgil van Dijk.
Van Dijk menjadi sosok kunci di jantung pertahanan Belanda dan berbahaya dalam situasi-situasi bola-bola mati. Sementara itu, Depay bersinar dengan dua gol dan dua assist.
Lain Belanda, lain pula Jerman.
Laga pertama Jerman di jeda internasional ini adalah friendly melawan Serbia. Jerman muka baru yang dibentuk pelatih Joachim Loew gagal menang, bahkan nyaris kalah.
Tertinggal oleh gol Luka Jovic di menit 12, Jerman menyamakan kedudukan lewat Leon Goretzka di menit 69. Laga di Wolfsburg itu berkesudahan 1-1.
Sebelum ini, Belanda dan Jerman dua kali bertemu di ajang UEFA Nations League A. Hasilnya sangat memuaskan buat Belanda, mereka menang 3-0 di Amsterdam dan imbang 2-2 di Gelsenkirchen.
Di Amsterdam, Oranje menghajar Die Mannschaft lewat gol-gol van Dijk, Depay dan Wijnaldum. Di Gelsenkirchen, Timo Werner dan Leroy Sane membawa timnya unggul 2-0 terlebih dahulu, tapi Quincy Promes dan van Dijk sukses menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.
Saat ini, Belanda lebih solid dan lebih stabil dibandingkan Jerman. Belanda pun layak difavoritkan menang hadapi Jerman.
Pengarang buku terkemuka asal Inggris, Simon Kuper, berbicara mengenai kebangkitan timnas Belanda.
Belanda tampil trengginas dalam setahun terakhir. Mereka berhasil mengalahkan Jerman 3-0 dan juara dunia Prancis 2-0 di UEFA Nations League pada medio Oktober-November 2018.
Terbaru, Memphis Depay cs lalu menorehkan kemenangan 4-0 kontra Belarus pada Kamis (21/3/) untuk memulai awal tahun 2019 seperti bagaimana mereka bermain pada 2018.
Penulis beberapa buku sepak bola terkemuka seperti Soccernomics (2009), Football Against the Enemy (1994), dan Ajax, the Dutch, the War: Football in Europe during the Second World War (2003) ini mengatakan bahwa melejitnya performa para pemain muda Belanda datang sebagai kejutan.
“Ini generasi yang bangkit secara tak terduga. Bahkan, pelatih Ronald Koeman pun mengutarakan bahwa ia terkejut dengan pesatnya perkembangan beberapa pemain seperti Matthijs De Ligt, Virgil van Dijk, dan Frenkie De Jong,” ujar Kuper.
Van Dijk masuk ke nama pemain yang menurutnya mengejutkan karena bek Liverpool tersebut tampil sangat melejit sejak pindah ke Inggris.
Ia mengutarakan bagaimana timnas Belanda bahkan tak melirik Van Dijk sama sekali lima tahun lalu untuk ke Piala Dunia 2014.
Kualitas para pemain tadi disokong oleh sistem permainan yang mengeksploitasi kekuatan-kekuatan individu dan membuat mereka jadi suatu unit yang hebat.
“Belanda bermain sepak bola vertikal lagi, setiap operan mengarah ke depan dan para pemain mengisi ruang,” lanjut Kuper.
Ia lalu mengungkapkan bagaimana gaya sepak bola Jerman juga membuat mereka menjadi tim atraktif, terutama saat menjadi juara dunia pada 2014.
“Jerman belajar dari Belanda beberapa tahun lalu dan kini gantian Belanda yang belajar dari Jerman,” tuturnya.
Namun, lembaran tahun 2019 dibuka timnas Jerman dengan kurang manis. Perubahan besar yang dilakukan pelatih Joachim Loew hanya berbuah hasil imbang 1-1 dengan Serbia. Hasil itu bukan modal meyakinkan jelang laga tandang ke Belanda.
Loew patut disergap kecemasan jelang laga ini. Pasalnya, mereka akan bertanding di kandang lawan. Mereka tak pernah menang dalam empat lawatan terakhir ke sana. Sebaliknya tim berjuluk Oranje malah sangat perkasa di kandang. Mereka selalu menang dan clean sheet dalam tiga kesempatan terakhir.
Secara khusus, sang pelatih harus mempertimbangkan ulang kemungkinan memasang Manuel Neuer dalam laga nanti. Pasalnya, gawang yang dikawalnya selalu dijebol Virgil van Dijk, palang pintu Oranje, dalam tiga pertemuan terakhir bersama klub dan timnas. (*/heu)

Baca Juga  Buruh Beri Waktu Seminggu Pemerintah Cabut Aturan Tapera