PARIAMAN, METRO – Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Kareta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat serahkan bantuan Bina Lingkungan (BL) untuk renovasi Panti Asuhan Mardhatillah Aisyiyah Desa Padang Biriak-Biriak, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (21/3).
Vice President Divisi Regional II Sumbar PT. Kereta Api (Persero) Fredi Firmansyah yang didampingi oleh Manager Pengamanan PAM Divre II PT. KAI, Jefry Indra Jaya, mengatakan, bantuan yang diberikan kepada panti tersebut senilai Rp29 juta. Bantuan tersebut dalam bentuk program CSR PT. KAI yaitu program Bina Lingkungan (BL).
Bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan untuk membantu masyarakat baik dalam pendidikan, kesehatan terhadap ligkungan yang tidak jauh dari rel kareta api atau stasiun.
Untuk tahun 2018 anggaran CSR yang dikucurkan untuk membantu masyarakat di sumbar sebesar Rp500 juta. Namun untuk tahun 2019 ini masih dalam kajian berapa anggaran yang dianggarkan nantinya untuk sosial atau membantu masyarakat.
Ia berharap anak panti jangan berkecil hati dan jangan patah semangat, suatu saat akan menjadi cerah, akan menjadi orang yang hebat dan disegani banyak orang.
“Ya, Yakinlah bahwa suatu saat akan menjadi kunci negara,” ujarnya.
Mudahan apa yang diberikan bisa bermanfaat dan bisa digunakan sebagai penunjang aktivitas di panti ini. Setelah diberi bantuan nanti akan dicek terhadao bantuan itu, apakah bantuan tersebut bisa dimanfaatkan atau tidaknya.
Semoga anak panti semua selalu berjuang dalam pendidikan. Pasalnya, bisa sekolah menamatkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi hingga bisa mendapatkan pekerjaan.
Ketua Panti Asuhan Mardatillah, Hasnah (80) menyampaikan sangat berterima kasih kepada PT. KAI yang sudah membantu panti ini. Semoga anak-anak di panti lebih termotivasi beraktivitas belajar.
Ia memgatakan, untuk saat ini jumlah anak panti berjumlah sebanyak 25 orang diantaranya laki-laki 11 orang dan perempuan 14 orang.
Disamping anak belajar, juga dilatih dengan berbagai keterampilan seperti membuat sulaman indah untuk perempuan dan keterampilan tukang bagi laki-laki.
“Nanti anak-anak bisa mempunyai skil atau kepandaian dalam suatu bidang sehingga bisa pula menjadi modal dalam berusaha maupun kehidupan sehari-hari. (z)





