BERITA UTAMA

Pria Lansia Ditemukan Tewas di Sungai, Dilaporkan Hilang saat Pulang dari Sawah, Diduga Hanyut Terbawa Arus saat Menyeberang

0
×

Pria Lansia Ditemukan Tewas di Sungai, Dilaporkan Hilang saat Pulang dari Sawah, Diduga Hanyut Terbawa Arus saat Menyeberang

Sebarkan artikel ini
705d0558 df3e 4c28 873e bbd043b7c96a
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pria lansia yang ditemukan di aliran sungai banjir kanal Banda Luruih, Kota Padang.

PADANG, METRO —Pria lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hilang teng­gelam di aliran sungai banjir kanal Banda Luruih, perba­tasan Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah, Kota Pa­dang, akhirnya berhasil dite­mukan pada Rabu (20/11) seki­tar pukul 14.35 WIB.

Sayangnya, korban bernama Darwis (75) warga Parak Rumbio RT 03 RW 04, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, saat ditemukan kondisinya sudah tak bernyawa alias me­ninggal dunia. Tim SAR ga­bungan pun kemudian me­ngevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayang­kara Padang.

Kasi Ops Basarnas Pa­dang, Hendri mengungkapkan, jasad Darwis yang dilaporkan hilang pada Selasa sore (19/11) ditemukan tenggelam di bawah jembatan yang dikenal dengan nama Kursi, di daerah ter­sebut.

“Jasad korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak yang diperkirakan 2,5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut dan tenggelam,” katanya.

Menurut Hendri, tim yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri dan ma­syarakat langsung mengevakuasi terhadap jenazah korban usai berhasil ditemukan. “Untuk proses eva­kuasi diperkirakan memakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk mengeluarkan korban dari dalam air,” katanya.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Pastikan Seleksi Rekrutmen Polri Bersih dan Transaparan

Tim gabungan sebutnya, sudah melakukan pro­ses pencarian sejak Rabu pagi, dengan menyusuri aliran sungai yang diduga lokasi awal korban dinyatakan hilang.

“Setelah dilakukan pe­nelusuran, tim menentukan beberapa titik yang dicurigai untuk dilakukan berbagai teknik pencarian,” katanya.

Hendri mengatakan, di lokasi penemuan tersebut, tim gabungan membuat pusaran air dengan menggunakan perahu karet sehingga jasad korban terangkat ke permukaan.

“Jasad korban sepertinya tersangkut. Dengan dilakukannya teknik membuat pusaran air itu membuat jasad korban terang­kat ke atas air, “ Katanya

Setelah dilakukan eva­kuasi, Hendri mengatakan, jasad korban langsung di­bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk pembersihan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.

“Untuk memastikan pe­nyebab meninggal dunianya korban akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar dengan me­lakukan visum,” katanya.

Baca Juga  Doa Bersama HUT Lalu Lintas ke-70, Kapolda Sumbar Ajak Masyarakat Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Hendri menuturkan, korban sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah atau hilang setelah diketahui pergi ke sawah pada Selasa sore (19/11). Berdasarkan pengakuan keluarga, korban diduga tenggelam di banjir kanal Banda Luruih,.

“Korban ini dilaporkan hilang sekitar pukul 17.00 WIB saat menyeberangi sungai untuk kembali ke rumah setelah bekerja di sawah. Hingga Magrib, korban belum juga sampai ke rumah. Warga yang mela­kukan pencarian awal menemukan sebuah topi yang biasa digunakan korban di sekitar lokasi,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BP­BD) Kota Padang mendapat laporan pada pukul 21.49 WIB dan langsung meminta Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) untuk melakukan pencarian.

Tak hanya BPBD Pa­dang, pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri Basarnas, PMI, Polsek Nanggalo, Koramil serta sejumlah relawan seperti Rumah Zakat dan Insan Kebencanaan. (brm)