BELAKANG TANGSI, METRO–Calon Wali Kota (Cawako) Padang nomor urut 2 Muhammad Iqbal menyoroti rendahnya daya beli masyarakat Kota Padang saat ini. Selain itu, para pedagang juga kesulitan dalam mengakses permodalan dan banyak yang terjebak dengan rentenir yang sangat merugikan mereka.
Hal itu disampaikan M Iqbal pada debat Pilkada Kota Padang putaran kedua yang digelar di Hotel Truntum, Jumat (15/11) malam. Menjawab pertanyaan dari pasangan nomor urut 3 Hendri-Hidayat yang disampaikan oleh Cawawako Padang Hidayat. Bukan soal ekonomi, tapi menanyakan nama-nama pasar yang dikelola UPTD Pemko Padang.
Iqbal menjawab pertanyaan sederhana itu dengan sedikit bercanda. “Pertanyaannya kurang berkualitas, kami berharap yang lebih tajam. Namun, ada beberapa pasar yang dikelola seperti Pasar Tabing dan Pasar Gaung. Pasar-pasar ini memang perlu dibenahi, karena banyak yang masih kotor dan terkelola dengan kurang baik,” kata politisi PKS ini.
Iqbal mengungkapkan, masalah kebersihan dan pengelolaan pasar di Kota Padang memang membutuhkan perhatian serius. “Banyak pasar yang belum terkelola dengan baik, saya sudah mengunjungi beberapa pasar dan menemukan sampah di mana-mana. Ini tentu jadi perhatian kita,” ujarnya.
Iqbal menekankan pentingnya fokus pada pemberdayaan ekonomi pasar, bukan hanya sekadar membahas nama pasar. “Jika kita hanya berbicara tentang nama pasar tanpa ada upaya untuk meningkatkan ekonomi di sana, maka itu tidak akan ada artinya. Kita perlu membangkitkan daya saing pasar-pasar ini agar bisa menghidupkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Iqbal mengatakan, saat ini banyak pasar di Kota Padang yang mengalami penurunan daya beli karena kondisi ekonomi yang lemah. “Pasar-pasar kita semakin sepi, dan daya beli masyarakat rendah. Banyak pedagang yang terjebak utang rentenir,” ungkapnya.
Iqbal menyebutkan, mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Iqbal-Amasrul menghadirkan program unggulan inovatif yang menawarkan modal tanpa bunga bagi para pelaku UMKM. Program ini diharapkan dapat membantu lebih banyak warga kota untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Iqbal menjelaskan program ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dapat meminjam modal usaha tanpa bunga. Agar jangan terjebak dengan lembaga tidak berizin atau orang-orang yang membungakan uang sangat besar yang masih mencari mangsa di tengah warga.
“Kami memahami tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM, terutama dalam akses modal, oleh karena itu, dengan program ini dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mewujudkan impian tanpa terbebani oleh bunga pinjaman,” ujar Iqbal. (*)






